Mengenal Brigadir Paul Felle, Putra Asli Papua yang Belajar di NASA-Stennis Space Center Amerika

Brigadir Paul Hudson Felle saat mengikuti pendidikan di di NASA-Stennis Space Center (Foto: Istagram @latinosyauw)
Brigadir Paul Hudson Felle saat mengikuti pendidikan di di NASA-Stennis Space Center (Foto: Istagram @latinosyauw)

Berkesempatan untuk pengembangan kapasitas demi menunjang karir merupakan impian banyak orang.

Salah satunya Brigadir Paul Hudson Felle, seorang anggota Polisi Republik Indonesia (Polri) yang bertugas di Ditpolair Korps Airud Baharkam Mabes Polri.

Brigadir Paul berasal dari kampung Yobeh, Sentani, Kabupaten Jayapura merupakan anak ke-4 dari 7 bersaudara.

Brigadir Paul menyelesaikan pendidikan di SD Inpres Kompa, SMP Negeri 2 Sentani, SMA Negeri 1 Sentani dan pernah juga bergabung di Nemangkawi Mining Institute-Timika.

Saat ini, Brigadir Paul sedang mengikuti pendidikan atau kursus singkat di NASA-John C. Stennis Space Center (SSC) yang terletak Hancock County, Mississippi, Amerika Serikat, di tepi Sungai Pearl di perbatasan Mississippi–Louisiana, dan akan selesai pada akhir bulan ini (September).

Kepada Seputarpapua.com, putra dari pasangan Lea Felle dan Soleman Felle ini bercerita kesannya berkesempatan belajar di luar negeri.

Brigadir Paul menjelaskan, awalnya Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Mabes Polri mendapatkan surat undangan kursus atau sekolah singkat dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia tentang kerjasama militer antar negara.

Kemudian dilanjutkan melalui telegram ke masing-masing divisi yang memang sesuai dengan prsyaratan yang mereka cantumkan dalam surat undangan.

“Staf kerjasama luar negri kami menyampaikan hal ini kepada saya dan saya tertarik untuk mengikutinya, tapi sebelum kesini kita dikasih tes dulu dari Kedutaan Amerika,” ungkap Brigadir Paul.

 

 

Brigadir Paul mengakui, tidak mudah untuk bisa lolos mengikuti kursus tersebut, karena harus melewati berbagai tes, salah satunya adalah tes English Comprehension Level (ECL) mirip dengan International English Language Testing System (IELTS) dengan passing grade 75.

“Dan Puji Tuhan dari Kepolisian ada beberapa kandidat yang lolos, tapi sayangnya spot yang ditawarkan pihak USA hanya bagi para pemegang nilai tertinggi. Jadi yang bisa mewakili Polri  2 orang, TNI 2 orang dan Coast Guard (Bakamla) 2 orang. Masing-masing kami mengikuti kursus yang berbeda-beda,” tutur Brigadir Paul.

Di NASA-Stennis Space Center, kursus yang diikuti Brigadir Paul adalah Inteligent Fusion Operations Intergration (IFOI) dan Unmanned Aircraft System and Operation Planning (UASOP).

Disana, dia bersama dengan para perwira dari beberapa negara yang mengikuti kursus tersebut.

“Puji Tuhan meskipun saya masih Bintara Puji Tuhan, bisa disejajarakan dengan perwira disini. Semoga bisa mmbuat harum Indonesia terlebih nama anak Papua. Amen,” ujar Brigadir Paul.

Selama mengikuti kursus, Brigadir Paul setiap hari menggunakan seragam Tentara Angkatan Laut Amerika, sebab base program yang diikuti adalah Angkatan Laut sehingga mereka wajib mengikuti regulasi yang diberikan.

“Kami disini bersekolah pada umumnya orang yang bersekolah dan tinggal di dorm (asrama), setiap pagi harus bangun jam 06.00 untuk memulai olahraga, sarapan dan bersiap menuju kelas pada pkul 09.00,” kata Paul.

Menurut Paul, ada dua metode belajar. Pertama di dalam kelas melakukan operation planning, dan kedua ke lapangan melalukan praktek operation planning yang telah dibuat.

“Kelas akan kelar pada pukul 5 sore. Setelah pulang sampainya di dorm, saya pun lanjut bergabung bermain voly bersama teman-teman dari negara tetangga. Kami punya berbagai kunjungan khusus ke tempat-tempat bersejarah, mall, outlet, wallmart or tempat nongkrong negara ini pada hari weekend,” ungkapnya.

Brigadir Paul tergabung dalam kelas semester 22.5 yang terdiri dari berbagai negara ada Indonesia, Malaysia, Filipina, Taiwan, Singapura, Latvia, Antigua Barbuda, Trinidad dan Tobago, German, Republik Ceko, Serbia, Suriname dan USA.

Brigadir Paul juga mempunyai pesan untuk generasi Papua yang kini sedang berjuang untuk meraih cita-cita. Ia berpesan agar anak Papua bisa keluar dari zona nyaman dan mencoba hal yang baru.

“Ini bukan saya suruh merantau ya, ada beberapa anak-anak Papua itu dong terlalu nyaman di dong pu zona sampe lupa atau memang tidak mau tau dengan dong pu potensi besar dalam dong pu diri. Padahal dong keren dalam hal ini itu, tapi terlalu banyak keraguan buat melakukan hal ini dan itu padahal belum dicoba, akhirnya talenta tak terpakai,” tutur Brigadir Paul.

“Silahkan bermimpilah yang setinggi-tingginya, biarkan proses yang eksekusi melalui perkara besar yang Yesus akan nyatakan buat kalian. Semangat ya ade-adeku Tuhan sayang kita semua, emanuel,” tambah Brigadir Paul.

Putra asli Sentani berparas menawan ini juga sangat viral di akun Tiktok, pengikutnya mencapai 27 ribu. Banyak yang berpikir Brigadir Paul berasal dari Mexico yang merupakan negara di bagian Amerika Utara.

 

reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.