Mengenal Musamus dan Kanguru Mini di Merauke

Foto: InfoPublik.id

Yang termasuk kanguru pohon itu adalah jenis Dendrolagus. Jenis kanguru ini adaptasi dari kanguru daratan yang memanfaatkan kanopi pepohonan yang kosong. Daerah kanopi biasanya diisi oleh primata, tapi di Papua daerah kanopi itu kosong. Sehingga, kanguru harus survive dan beradaptasi untuk memakan pucuk pohon di atasnya.

Kanguru yang hidup di Merauke menyesuaikan dengan tipe ekosistemnya. Karena rata-rata wilayah Wasur merupakan sabana dan hutan terbuka, maka kanguru di Merauke tidak bisa memanjat.

Kanguru atau saham berukuran relatif kecil. Berbeda dengan kanguru Australia yang bertubuh besar, saham di Merauke dilindungi karena merupakan hewan endemik daerah itu.

Saham memiliki hubungan dengan totem marga Samkakai. Kanguru di Merauke yang paling besar adalah Macropus agilis seberat 25 kg. Kemudian ada genus Dorcopsis, yaitu yang hidup di pohon dengan berat 5-7 kg. Paling kecil adalah Dorcopsulus, dengan berat 2-3 kg.

Kanguru atau walep (saham) dalam bahasa Malind Anim adalah hewan yang dianggap sakral dari totem marga suku Malind Anim. Totemisme atau keterkaitan marga dengan tumbuhan atau satwa berlaku di suku Malind Anim terjadi sejak nenek moyang. Marga Balagaize, misalnya, disebut erat dengan buaya dan burung elang, gebze disimbolkan dengan pohon kelapa, kaize; kasuari, dan basik-basik; babi.

Kini jumlahnya semakin berkurang di Taman Nasional Wasur Merauke. Penurunan jumlah kanguru ditengarai akibat perburuan liar menggunakan senjata. Selain kanguru, rusa di kawasan konservasi Taman Nasional Wasur (TNW) juga menjadi sasaran pemburu gelap. Harga daging kanguru dan rusa begitu menjanjikan.

Taman Nasional Wasur memiliki luas sekitar 431 ribu hektar lebih. Memiliki potensi keanekaragaman hayati sangat tinggi. Kawasan ini juga merupakan tempat bagi beberapa jenis burung migran dari Australia dan Selandia Baru. Terdapat 403 spesies burung dengan 74 di antaranya endemik Papua. Sedangkan, 114 spesies merupakan hewan dan tumbuhan dilindungi.

Selain musamus dan kanguru, Merauke juga terkenal dengan hasil kerajinan khasnya yang terbuat dari kulit buaya. Untuk perburuan buaya pun dianggap legal secara hukum karena populasi buaya yang sangat besar di Merauke. Meski begitu perburuan buaya untuk bahan kerajinan tetap dalam pengawasan pemerintah daerah setempat.

Berbagai kerajinan yang dihasilkan, antara lain, dompet, sepatu, tas, ikat pinggang, hingga tas golf yang memiliki design unik. Dengan harga yang bervariasi, kamu bisa membeli produk kerajinan khas Merauke untuk buah tangan saat pulang dari perhelatan PON Papua.

editor : Mish
sumber : InfoPublik.id

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.