Menghidupkan Terus Denyut Ekonomi Papua Usai PON

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Mama-mama Papua sedang menjajakan noken-nya di stand penjualan depan Taman Imbi, Jayapura. (Foto: Humas PON XX)
Mama-mama Papua sedang menjajakan noken-nya di stand penjualan depan Taman Imbi, Jayapura. (Foto: Humas PON XX)

Di PON Papua, Sebanyak 6.442 atlet didampingi 3.000 orang pelatih dari seluruh Indonesia datang ke Papua dan menyebar di empat klaster penyelenggara yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke. Sejak pertengahan September 2021, sebagian atlet sudah tiba untuk menjalani pertandingan sejumlah cabang olahraga, sebelum PON dibuka secara resmi oleh Presiden Jokowi pada Sabtu, 2 Oktober 2021.

Di tiga pekan itulah, Mama-Mama Papua berharap, sejumlah hasil kerajinan tangannya laris terbeli para pengunjung. Menambah pundi-pundi rezeki mereka.

Tetapi dampak ekonomi dalam waktu tiga pekan seperti ini tentu bersifat sementara. Hal ini diakui Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah.

“Akan terjadi aliran uang masuk dan menggerakkan aktivitas produktif seperti pasar, baik pasar barang maupun pasar jasa. Tetapi semuanya hanya bersifat sementara selama PON berlangsung,” ujar Piter mengutip Majalah TEMPO terbitan Minggu, 3 Oktober 2021.

Piter mengakui, penyelenggaraan PON di Papua memang berdampak besar terhadap perekonomian, walau hanya bersifat adhoc atau sementara. Selama PON berlangsung, akan terjadi perputaran uang yang tinggi.

Karena itu, supaya dampak perekonomian berjalan jangka panjang, menurut Piter, harus ada inisiatif dari pemerintah daerah agar sesudah PON, bisa memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun. Misalnya, membuat agenda-agenda olahraga lain lain ke depan yang dapat berdampak ekonomi bagi masyarakat Papua di masa mendatang.

Baca Juga:

“Sejauh mana Pemerintah Daerah mampu terus menciptakan event yang berkelanjutan memanfaatkan semua infrastruktur yang sudah mereka miliki, itu yang kita harapkan,” kata Piter.

Piter menyebut, Pemerintah Provinsi Papua dan empat klaster penyelenggara PON dapat mencontoh Palembang. Kota itu pernah menjadi lokasi penyelenggaraan PON pada 2004.

Editor: Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Kaleidoskop Papua 2021   Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Kaleidoskop Papua 2021 Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Baca Juga