Merusak dan Mencuri Material Rumah Anggota TNI, 5 Warga Poumako Dipanggil Polisi

Rumah milik anggota TNI di Kampung Poumako, Distrik Mimika Timur yang dirusak oknum warga dan dicuri materialnya. (Foto: Dok Polsek Mimika Timur)

TIMIKA, Seputarpapua.com | Polsek Mimika Timur melakukan pemanggilan terhadap lima orang warga Kampung Poumako lantaran melakukan aksi perusakan rumah milik seorang anggota TNI dan kemudian mencuri materialnya. Kejadian terjadi pada 30 Juni 2024.

Kapolsek Mimika Timur, AKP Matheus Tenggu Ate mengatakan bahwa proses terhadap kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Pihaknya telah memeriksa dua orang saksi dari warga yang tinggal di sekitar lokasi rumah korban dan yang melihat para pelaku melakukan aksi perusakan dan pencurian.

“Dari hasil pemeriksaan (saksi) itu, kelima pelaku itu sudah kita panggil. Kalau mereka datang, maka kemungkinan segera dilakukan penahanan, kalau cukup bukti,” ujar AKP Matheus saat ditemui di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga – Mile 32 pada Senin, 8 Juli 2024.

AKP Matheus menyebutkan kelima pelaku masing-masing berinisial PS, PW, JW, PP dan GM. Saat ini mereka masih dipanggil dengan status sebagai saksi.

Menurut keterangan saksi, para pelaku beranggapan bahwa rumah tersebut terlalu lama kosong dan tidak terdapat pemiliknya, sehingga mereka membongkar dan mengambil material rumah untuk membangun rumah baru yang berjarak kurang lebih 100 meter dari rumah yang dirusak.

Sementara korbannya anggota TNI yang berinisial LS, meminta agar dapat bertemu dengan para pelaku melalui sambungan video call (VC), lantaran saat ini LS sedang bertugas di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Disamping proses hukum, kami bantu korban untuk berkomunikasi dengan Kepala Kampung. Hasil pembicaraannya Kepala Kampung meminta maaf kepada korban dan mengakui bahwa perusakan rumah itu dilakukan oleh warganya dan bersedia mengganti kerugian yang dialami korban LS pada tahun 2025, akan diganti dalam bentuk pembangunan kembali rumah dalam proyek kampung. Dan itu disetujui oleh korban,” paparnya.

Meskipun demikian, menurut penyidik, para pelaku harus bertanggungjawab atas perbuatannya dengan cara diproses secara hukum.

“Kami minimal memberikan pelajaran kepada mereka, bahwa bila merampas yang bukan menjadi milik mereka, itu ada konsekuensi hukum. Jika sampai panggilan ketiga tidak diindahkan, maka polisi akan bertindak tegas untuk melakukan penahanan,” pungkasnya.

penulis : Fachruddin Aji
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan