Michael Gomar, Bupati yang Merangkul Semua Kalangan (3)

Pj Bupati Mappi Michael R. Gomar berfoto dengan masyarakat.
Pj Bupati Mappi Michael R. Gomar berfoto dengan masyarakat.

Sudah 100 hari kerja, Michael Ronny Gomar, S.STP., M.Si menjabat sebagai Penjabat Bupati Mappi, sejak dilantik Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, pada 27 Mei 2022.

Melakukan perubahan internal dan program kepentingan masyarakat dinilai sudah sesuai dengan semangat sebagai seorang pimpinan demi menjadikan Kabupaten Mappi berkembang.

Dengan Motto Mappi Bangkit, satu persatu mulai dibenahi Michael Gomar.

Berbagai kalangan pun menilai, kehadiran Michael Gomar membawa perubahan bagi Kabupaten Mappi.

Membuka Ruang Semua Kalangan

KNPI bersama OKP di Kabupaten Mappi menyampaikan rasa terimakasihnya, sekaligus memberikan dukungan dan apresiasinya atas kebijakan pembangunan yang dilakukan Penjabat Bupati Michael R. Gomar yang sudah terasa di kepemimpinan 100 hari kerjanya.

Ketua KNPI Robertus A. Gobai mewakili seluruh OKP mengatakan, pemuda Kabupaten Mappi menyambut baik langkah-langkah penting dan strategis yang dilakukan penjabat bupati dalam rangka membuka ruang komunikasi, konsilidasi dan harmonisasi antara lembaga pemerintah, TNI, Polri, lembaga agama, adat, pemuda, perempuan, BUMN, BUMD, LSM, pelaku usaha dan masyarakat untuk mengambil peran fungsi kelembagaan dalam pembangunan daerah.

Pemuda Kabupaten Mappi menilai, penjabat bupati sebagai pemimpin muda, mileneal dan kreatif yang menginspirasi, serta mampu menggerakkan seluruh potensi pemuda dan masyarakat untuk berkonstribusi dalam pembangunan daerah.

Pemuda Kabupaten Mappi juga menilai bahwa kebijakan dan kinerja penjabat bupati selama 100 hari kerja telah menjadi suatu tanda dan pesan psikologis yang di tangkap oleh pemuda dan masyarakat, bahwa akan ada perubahan-perubahan pembangunan daerah kearah yang lebih baik kedepannya.

Para pemuda juga berharap, Gomar dapat menjalankan 4 tugas pokok dan 2 tugas tambahan yang diberikan negara secara baik dan bersih untuk kepentingan Kabupaten Mappi.

Disamping itu, Gomar diharapkan dapat memberikan dukungan dan kesempatan kepada pemuda untuk mengembangkan potensi yang dimiliki melalui penyelenggaraan kegiatan organisasi dan kaderisasi, olahraga, seni budaya, musik, ekonomi kreatif pemuda dan lain sebagainya.

Para pemuda juga mengharapkan Gomar dapat memberikan ruang dan kesempatan kepada pemuda untuk menjadi mitra dalam pembangunan daerah.

“Michael R. Gomar diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Gobai.

Gobai menambahkan, Gomar diharapkan dapat mengatasi masalah keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pemilu tahun 2024 bersama seluruh stakeholder.

“Sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Mappi diharapkan bersama seluruh komponen Pemerintah Daerah, TNI/Polri, Agama, Adat, Pemuda, Perempuan, BUMN/BUMD, LSM, pelaku usaha dan masyarakat melakukan langkah -langkah strategis untuk mengatasi masalah keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pemilu tahun 2024,” pungkas Gobai.

Sosok Merakyat Demi Perubahan

Sebagai tokoh perempuan, Engelberta Kabagaimu melihat bahwa apa yang telah dilakukan Gomar kurang lebih selama 100 hari menjabat sebagai pejabat bupati sudah sangat bagus.

Engelberta menilai mulai adanya perubahan-perubahan yang terlihat, walaupun memang dari segi pembangunan belum terlihat, namun dari segi kepribadian pendekatan kepada masyarakat sungguh sangat bagus.

“Perubahan yang sudah terlihat yaitu Kota Kepi yang sebelumnya gelap sekarang mulai terlihat terang,” kata Engelberta.

Engelberta melihat, sosok kepribadian Gomar yang merakyat demi perubahan ini sehingga diharapkan Gomar kedepannya bisa melihat sumberdaya manusia di SKPD yang ada.

“Penempatan pegawai sesuai dengan tupoksi, sehingga segala sesuatu bisa berjalan dengan baik khususnya pada roda pemerintahan,” ujar Engelbertha.

Engelbertha menambahkan, terkait ekonomi masyarakat, Gomar diharapkan bisa memiliki kebijakan dengan melihat beberapa harga barang pokok yang begitu mahal, dan tidak sebanding dengan penghasilan masyarakat sehingga cukup sulit untuk dijangkau.

“Mungkin ada Peraturan Daerah (Perda) untuk mengatur harga-harga barang. Selain itu mungkin bisa menyediakan lapangan kerja, mungkin dengan melalui pengelolahan sumberdaya alam yang ada. Contoh ikan gastor dan sagu yang bisa di ekspor keluar,” pungkas Engelberta.

(Bersambung)

 

reporter : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.