Mimika Terancam Kembali Terapkan PSDD, ini Penjelasan Wakil Bupati

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob (Foto: Sevianto/SP)
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Kabupaten Mimika terancam kembali menerapkan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) setelah angka reproduksi efektif kasus Covid-19 terus meningkat di masa new normal.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengungkapkan, bahwa angka reproduksi efektif kasus Covid-19 di Kabupaten Mimika, Papua naik 2 persen dari sebelumnya 0,34 persen.

Naiknya angka reproduksi efektif kasus ini justru di masa penerapan new normal atau tatanan kehidupan baru sejak 2 Juli lalu, atau 10 hari berjalan.

Padahal sebelum new normal angka reproduksi efektif kasus dapat ditekan hingga 0,34 persen.

Dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang II DPRD Mimika tentang Jawaban Pemerintah Daerah Terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Mimika, Senin (13/7) malam, Wabup mengungkapkan bahwa pemerintah telah bekerja keras menekan penyebaran Covid-19 di Mimika,
namun cukup sulit untuk menangani persoalan Covid-19 di Mimika.

“Pada tanggal 2 Juli ditetapkan itu (New normal) karena angka reproduksi efektif penularan adalah sebesar 0,34 persen, artinya tidak ada lagi penularan. Tapi saya harus sampaikan bahwa hari ini dengan adanya new normal, angka reproduksi efektif kita naik dari 0,34 menjadi 2 persen,” ungkap Wabup.

Bahkan kata Wabup, dengan adanya peningkatan angka reproduksi efektif kasus seperti saat ini, bukan tidak mungkin pemerintah kembali menerapkan pembatasan sosial diperluas diperketat atau PSDD.

“Kami juga tidak mau bahwa akan terjadi new normal kemudian kita akan kembali pada posisi diperketat lagi. Mohon dukungan sekali lagi agar kita tetap tenang, dan kita tetap melaksanakan semua kegiatan dengan baik agar ekonomi kembali bisa hidup tetapi kita tetap menjaga protokol kesehatan,” tuturnya.

Untuk itu, Wabup berpesan dan meminta dukungan semua pihak agar tetap menjalankan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, rajin mencuci tangan di air mengalir, makan makanan yang sehat serta rajin berolahraga serta menghindari kerumunan.

“ Orang meninggal sekarang masih ditahan tiga hari, semua orang datang. L Ini persoalan besar untuk kita hadapi ke depan,” katanya.

Sementara itu Juru Bicara Covid-19 Mimika, Reynold Ubra menjelaskan, peningkatan angka reproduksi efektif kasus menjadi 2 persen terjadi sejak 2 Juli 2020 atau dua minggu terakhir setelah diterapkan masa new normal.

Sejak itu, ada sekitar kurang lebih 45 penambahan kasus baru.

Dengan jumlah peningkatan tersebut berarti dalam sehari terdapat 5 kasus baru. Menurut dia itu sangat tinggi.

“Jadi ada sekitar 45 penambahan kasus baru hanya dalam waktu 10 hari. Lebih kurang berarti per hari itu 5 kasus,” jelas Reynold.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar