Minta Dinas Terkait Tertibkan Galian C, Bupati Mimika: Tidak Jalan Silahkan Mundur

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng
Bupati Mimika, Eltinus Omaleng

TIMIKA | Bupati Kabupaten Mimika, Papua Eltinus Omaleng meminta Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar menertibkan aktivitas galian C yang kini kembali marak terjadi khususnya di sekitar kota Mimika.

Selain Galian C, Bupati Omaleng juga meminta agar menertibkan kembali Pasar Swadaya (Pasar Lama), serta seputaran Jayanti dan Jalan Yos Sudarso.

“Mulai dari sekarang pihak terkait seperti Badan Lingkungan Hidup, Satpol PP, juga Bagian Pertanahanan bisa menyelesaikan program-program,” tegasnya saat memimpin apel pagi, Senin (10/1/2022).

Bupati Omaleng memberi deadline sekaligus mengultimatum kepala dinas bersangkutan, bahwa selama tiga minggu ke depan sudah harus mengambil langkah-langkah penertiban dimaksud.

“Kalau dari apel hari ini sampai tiga minggu ke depan tidak jalan, kepala dinas harus mengundurkan diri, tidak boleh lagi ada. Terutama masalah galian C, kita sudah aspal bagus-bagus, ada aktivitas itu buat pecek jalan,” ujarnya.

Dikatakan, semua program di dinas-dinas terkait untuk mengatasi berbagai masalah dan mendorong kemajuan daerah, telah dianggarkan sehingga semua harus mulai bergerak.

“Kita harus tunjukkan dulu. Orang lain yang datang nilai daerah ini. Yang penting daerah kita baik. Lingkungan kota, kebersihan sampah, bangunan-bangunan, pasar lama, lapangan Jayanti harus data ulang, bongkar untuk kita menghijaukan daerah Timika ini dengan kota yang bagus, bikin taman-taman,” kata dia.

Ia juga meminta agar ada surat penegasan dari Pemda Mimika untuk mengimbau masyarakat harus mendirikan bangunan jauh dari jalan utama.

 

Kepala Dinas Satpol PP, Paulus Dumais

 

Satpol PP Dihadapkan Situasi Dilematis

Kepala Dinas Satpol PP Mimika, Paulus Dumais mengatakan, pihaknya akan mulai action pada hari ini, hanya saja perlu ada bantuan dari pihak TNI/Polri.

Hal ini, menurut Paulus, selama ini pihaknya sudah berusaha untuk menertibkan hanya saja masih belum mampu karena ada oknum-oknum yang menggunakan cara kekerasan.

“Kita sudah jalan dengan kekuatan yang ada ternyata kita tidak mampu. Karena di balik itu masih ada kekuatan lain yang membackup itu. Berapa kali kita punya tim pergi malah diancam dan dikejar dengan panah seperti di jembatan selamat datang itu. Ada orang jaga karena memang kalau kita kesana langsung mereka kejar. Akhirnya, itu situasi kita dilematis, kita hanya datang dengan tangan kosong tidak mungkin kita mau bekali diri,” katanya.

Saat ini, lanjut Paulus, galian C awalnya ada di 4 titik dalam kota namun sudah mulai berkembang menjadi 6 hingga 7 titik.

“Mungkin mereka lihat yang lain bisa gali kenapa mereka tidak,” ujarnya.

Kedepan, Satpol PP akan berusaha untuk menutup titik Galian C di jembatan Selamat Datang dan di belakang Sekolah KPG.

Untuk itu, pihaknya akan membicarakan untuk melaksanakan kegiatan dengan SK Bupati sehingga perlu dilakukan pertemuan dengan pihak terkait termasuk TNI/Polri.

“Saya sebagai penanggungjawab nanti setelah SK bupati keluar baru kita jalan. Tapi hari ini dari institusi sendiri kita akan bicarakan untuk mereka atasi dulu sambil kita menunggu tim yang lengkap,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.