Miras Bermerek Masih Dijual Bebas di Timika, Warga Trauma dengan 11 Kamatian Pemuda

Aleks Tsenawatme. (Foto: Saldi/SP)
Aleks Tsenawatme. (Foto: Saldi/SP)

TIMIKA | Anggota Legislator Mimika, Papua meminta pihak keamanan dalam hal ini Satpol PP dan Kepolisian untuk menindak tegas penjual minuman keras (Miras) baik produksi lokal maupun bermerek yang memiliki izin peredaran.

Menurut Wakil Ketua I DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme, saat ini masyarakat sedang trauma dengan beredarnya kabar beberapa pemuda meninggal dunia akibat mengonsumsi miras bermerek yang dijual di salah satu toko/kios miras di Kota Timika.

Pihak Kepolisian diminta segera mengungkap kebenaran atas informasi yang beredar tersebut, serta melakukan penyelidikan terhadap miras bermerek yang menjadi penyebab meninggalnya sejumlah pemuda.

“Saya menegaskan bahwa pihak berwenang dalam hal ini Kepolisian, Satpol PP, betul-betul mereka harus tegas. Tidak boleh ada kepentingan dan lain-lain,” kata Aleks di Gedung DPRD Mimika, Jumat (10/7).

Menurut dia, keputusan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menutup sementara penjualan miras disituasi pandemi Covid-19 sudah sangat tepat. Namun pada kenyataannya masih ada saja aktivitas peredaran miras di Kota Timika dan sekitarnya.

“Saya harap supaya betul-betul ditegaskan itu aturannya, supaya ditindaklanjuti kemudian ditindak tegas supaya tidak terjadi hal yang seperti ini. Bukan kali ini saja, tetapi banyak terjadi. Kalau boleh betul-betul tegas dan tutup semua,” tegas Aleks.

Begitu juga dengan minuman keras bermerek yang dioplos dan menjadi penyebab meninggalnya 11 pemuda tersebut agar segera diusut.

 

Reporter: Saldi
Editor: Misba Latuapo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar