Monitoring ke 3 Yayasan dan 2 Sinode Gereja di Mimika, YPMAK Ingin Data Nyata

KUNJUNGAN | Sekretaris YPMAK saat melakukan kunjungan ke Kantor Yayasan Enaninggok Aroanop. (Foto: Ist)
KUNJUNGAN | Sekretaris YPMAK saat melakukan kunjungan ke Kantor Yayasan Enaninggok Aroanop. (Foto: Ist)

TIMIKA | Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) melakukan kunjungan monitoring ke 3 yayasan dan 2 sinode gereja di Kabupaten Mimika.

Kunjungan YPMAK, pengelola dana kemitraan PT. Freeport Indonesia ini guna mengecek langsung penggunaan dana kemitraan bagi kepentingan masyarakat.

Kegiatan yang dilakukan selama dua hari, 4-5 Oktober 2022, rombongan dipimpin oleh Sekretaris YPMAK, Johana Saidui, didampingi Kepala Divisi Monev Program Pendidikan, Dionisius Burdam.

Kemudian, Kepala Divisi Money Program Sosial Ekonomi, Bernadetta Tarigan, beserta sejumlah staf YPMAK lainnya, mengunjungi mitra-mitra strategis Kemitraan YPMAK.

Mitra yang dikunjungi di antaranya, Yayasan Nainat Negel pimpinan Manase Jangkup, Yayasan Nogol Tawat Ninggok Pigu pimpinan Primus Wamuni, dan Yayasan Enaninggok Aroanop pimpinan Herman Jangkup, serta GKI Klasis Mimika dan GKII Klasis Timika.

Usai kegiatan, Sekretaris YPMAK, Johana Saidui mengatakan, monitoring ini merupakan pertama kalinya dilakukan kepada 3 yayasan yang mengakomodir kepentingan masyarakat tiga lembah, yakni Tembagapura, Aroanop, Tsinga, dan Waa Banti.

Ia berharap penggunaan dana kemitraan tidak hanya untuk program fisik atau infrastruktur saja. Tetapi juga pada program pemberdayaan masyarakat, seperti di bidang ekonomi yang turut mendatangkan nilai tambah ekonomi dan skill kecakapan hidup warga bersangkutan.

“Kegiatan ekonomi dari tiga yayasan, yang jalan cuma di Pak Manase Jangkup, budidaya jamur. Sehingga kami harap ke depan jangan hanya program infrastruktur saja seperti bangun rumah dan lainnya, karena tidak mungkin akan memenuhi kebutuhan masyarakat yang turun ke Mimika,” kata Johana melalui siaran pers yang diterima seputarpapua.com, Rabu (5/10/2022).

Lanjut Johana, kunjungan ini juga guna menghimpun data nyata di lapangan. Sebab selama ini pelaporan hanya sebatas di atas kertas atau dokumen. Sehingga diharapkan realisasi pendanaan YPMAK itu benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan warga secara menyeluruh.

“Sepanjang ini kami tidak pernah melakukan kunjungan. Kami hanya terima laporan. Apa benar-benar laporan itu dilakukan. Dengan kunjungan lapangan ini, jadi tahu ternyata benar, sesuai dengan yang mereka laporkan. Ada permintaan untuk penambahan dana, kita harus turun lapangan memastikan benar-benar dana itu untuk masyarakat dan apa yang dilaporkan sesuai dengan yang ada di lapangan,” ujarnya.

Johana menambahkan, pihak gereja merupakan mitra strategis YPMAK, yang sama-sama menjalankan pelayanan tapi dalam bidang yang berbeda. Namun tujuannya adalah sama-sama untuk pemberdayaan warga jemaat, terlebih khusus warga 7 suku di Mimika.

“Tugas pelayanan di YPMAK, punya tanggung jawab pelayanan yang sama dengan gereja, hanya dengan model yang berbeda. Dalam kemitraan strategis kita perlu merangkul gereja, karena kita tidak bisa jalan sendiri perlu ada dukungan gereja dan pemerintah. Gereja punya wilayah pelayanan yang sama dengan YPMAK, tapi kita terbatas melayani warga 7 suku,” sebutnya.

Sementara itu Direktur Yayasan Enaninggok Aroanop, Herman Jangkup, mengungkapkan apresiasinya atas kunjungan YPMAK langsung itu sehingga ia bisa menunjukkan program pembangunan rumah warga warga yang sedang berjalan.

“Saya rasa bangga. Karena ada yayasan, masyarakat saya bisa hidup layak, dapat tempat tinggal yang layak. Kalau dia sudah ada tempat tinggal, mau bekerja keluar kemana-mana, aman. Kami sangat bersyukur kepada Tuhan, lewat kemitraan PT. Freeport Indonesia dan YPMAK, kami bisa bangun rumah,” katanya.

Hal senada, Ketua GKII Klasis Timika, Pdt. Mozes Lokmbere, mengungkap syukur atas kunjungan kali ini. Pertemuan itu menekankan pentingnya komunikasi dan kordinasi, serta penyusunan rencana program kerja gereja yang matang sehingga YPMAK bisa memberikan dukungan lebih maksimal.

“Bersyukur dari YPMAK, Ibu Sekretaris dan Divisi Monev YPMAK bisa ketemu. Kita perlu perencanaan ke depan untuk lakukan program kerja dan jika ada hal-hal tambahan dalam pelaksanaan tugas, kita membangun komunikasi antara YPMAK dan gereja,” ungkapnya.

Mozes menambahkan, tujuan dari pelayanan GKII dan YPMAK bermuara pada satu wadah yang sama, yaitu melayani kebutuhan warga 7 suku di Mimika, dalam bidang rohani dan jasmani.

“Saya memberikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang besar, YPMAK menjadi berkat bagi Mimika dan juga masyarakat 7 suku yang berada di Kabupaten Mimika. Komitmen kami adalah sama-sama melayani masyrakat, kami di sisi gereja, YPMAK dalam bentuk dukungannya, intinya sama-sama melayani masyarakat,” tutupnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Mujiono

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.