Musibah Banjir, Pemerintah Jangan Hanya “Menonton” Penderitaan Rakyat

RUSAK - Banjir menyebabkan jalan menuju PT PAL dan Iwaka rusak parah. Foto: Ist
RUSAK | Banjir menyebabkan jalan menuju PT PAL dan Iwaka rusak parah. (Foto: Ist)

TIMIKA | Legislator Mimika, Papua, Karel Gwijangge, meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk melakukan tindakan nyata mengatasi banjir yang sering terjadi di Distrik Iwaka.

Menurut Karel, beberapa tahun belakangan Pemkab Mimika dianggap terkesan tidak memberikan solusi mengatasi banjir yang terjadi di beberapa kampung di Distrik Iwaka hingga beberapa kampung
di sekitaran area PT Pusaka Agro Lestari (PAL) maupun jalan Trans Nabire.

Di tahun 2020 ini, hujan terjadi sejak dua bulan belakangan yang menyebakan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Mimika. Oleh karena itu, Pemkab Mimika diminta serius menangani hal ini.

Bahkan menurut dia, musibah banjir kali ini sudah bisa dikategorikan sebagai tanggap darurat, lantaran masyarakat sudah ada yang meminta untuk diungsikan dari lokasi banjir ke lokasi yang aman.

“Kalau kondisi ini kita tidak bisa (hanya) nonton masyarakat sedang menderita. Ini harus masuk dalam tanggap darurat,” kata Karel Gwijangge di Gedung DPRD Mimika, Senin (27/7).

Genangan air akibat banjir kali ini, kata Karel, sudah hampir setinggi dada orang dewasa, dan ini merupakan banjir yang terparah dibanding sebelumnya. Bahkan kondisi jalan Trans Nabire ikut putus.

“Saya berharap untuk pemerintah daerah tanggap, karena ini bencana, musibah, yang dialami oleh masyarakat kecil yang perlu pemerintah secara serius kita tangani kondisi ini. Karena kalau kita nonton atas penderitaan masyarakat ini, saya rasa macam bagaimana ya,” ujarnya.

Menurut Karel, langkah pertama yang perlu dilakukan pemerintah adalah memperhatikan kebutuhan masyarakat yang mengalami musibah, misalnya dengan memperhatikan makanan, tempat tinggal, obat-obatan, pakaian layak pakai dan kebutuhan bayi terutama susu dan popok.

“Kemudian langkah lebih lanjut kita ungsikan, kita pindahkan masyarakat ini ditempat yang layak,” kata Karel.

“Baru-baru saya dengar masyarakat di Iwaka mereka bilang ingin bangun rumah panggung, tapi di lokasi yang sama tidak ada langkah-langkah yang lebih besar lagi,” tambahnya.

Musibah banjir terjadi tidak hanya di perkampungan Distrik Iwaka, melainkan juga terjadi di beberapa kampung sekitaran PT PAL dan jalan Trans Nabire, pada Minggu (26/7) akibat hujan yang tak kunjung reda saat itu.

 

Reporter: Saldi
Editor: Misba Latuapo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar