Nenek dan Cucu di Mimika Ditemukan Tewas dalam Kamar

Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Mimika melakukan olah TKP) pembunuhan nenek dan cucunya di Jile Yale, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. (Foto: Ist)
Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Mimika melakukan olah TKP) pembunuhan nenek dan cucunya di Jile Yale, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. (Foto: Ist)

TIMIKA | Seorang nenek bersama cucunya menjadi korban aksi pembunuhan oleh orang tidak dikenal (OTK) di kompleks salah satu sekolah dasar di Jile Yale, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Senin, 1 Januari 2024.

Terkait kejadian ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq menerangkan, kedua korban yang tewas dibunuh masing-masingnya berinisial WK (59) dan AMK (4).

Ia menyebut korban dibunuh lantaran dari hasil visum sementara terdapat tanda-tanda kekerasan yang menggunakan alat tajam.

“Untuk motifnya kita masih dalami, kita juga masih lakukan penyelidikan, karena dari hasil visum sementara ada tanda-tanda kekerasan menggunakan alat tajam,” ungkap Iptu Fajar Zadiq saat dikonfirmasi, Selasa (2/1/2024).

Kemudian Zadiq mengatakan, berdasarkan kondisi jenazah saat dilakukan visum di RSUD Mimika, pihak dokter mengatakan bahwa kematian korban sudah diatas 8 jam.

Selain itu, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi yang merupakan anak dari korban WK dan menantunya.

Dari keterangan menantu korban, ia menyampaikan sekitar pukul 05.30 WIT sempat mengantarkan makanan ke rumah WK.

“Jadi yang bersangkutan (saksi) mengaku membuat nasi goreng, dan setelahnya pergi ke sebelah untuk berikan mertua dan si anak kecil (korban AMK). Setelah sampai di rumah dan masuk ke kamar, melihat keduanya masih tidur, karena situasinya diantara gelap maupun terang, sehingga saksi tidak memperhatikan kalau keduanya sudah meninggal,” terang Zadiq.

Saksi kemudian tidur disamping korban AMK. Namun, pada saat memegang kepala korban, saksi merasa ada yang basah, kemudian ia melihat tangannya yang ternyata adalah darah korban.

Saksi kemudian berlari keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan kepada siapa saja yang mendengar teriakannya.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan penyidik bersama tim identifikasi, namun tidak ditemukan adanya barang korban yang hilang. Hal ini untuk memastikan apakah pembunuhan korban diawali motif pencurian.

“Saat ini barang bukti yang berhasil diamankan hanya baju korban, dan untuk kedua korbannya rencananya hari ini akan dimakamkan,” kata Iptu Zadiq.

Advertisements

Kini, kepolisian tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku kasus pembunuhan tersebut.

penulis : Arifin Lolialang
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan