New Normal, Pemkab Mimika Siapkan Tiga Metode Belajar dari Rumah

Kepala Dinas Pendidikan Jenny Usmani. (Foto: Anya Fatma/SP)
Kepala Dinas Pendidikan Jenny Usmani. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Meskipun telah menetapkan masa new normal dalam status tanggap darurat Covid-19, Pemerintah Kabupaten Mimika masih belum membuka aktivitas belajar mengajar baik di sekolah maupun perguruan tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan Jenny Usmani mengatakan, di masa new normal ini pemerintah berusaha untuk benar-benar menerapkan merdeka belajar bagi seluruh anak.

Adapun terdapat tiga metode pembelajaran yang diberikan bagi siswa-siswi khususnya di wilayah kota.

“Artinya ada tiga macam yang kami tawarkan, tinggal orang tua dan anak itu milih, mau belajar lewat apa,” katanya di Timika, Kamis (2/7).

Jenny menyebut, tiga metode itu diantaranya belajar melalui google classroom, WhatsApp dan juga belajar secara manual untuk siswa yang tidak memiliki fasilitas pendukung untuk belajar online.

“Apabila ada anak tidak punya fasilitas harus dilayani secara manual, teknisnya akan ditetapkan oleh sekolah,” katanya.

Meski begitu, Jenny mengakui bahwa tidak semua guru bisa melakukan belajar mengajar melalui google classroom.

Untuk itu, proses belajar ini akan dilakukan oleh satu guru, untuk siswa di beberapa sekolah yang memilih metode belajar menggunakan google classroom.

“Jadi kalau bahasa Inggris, itu linknya akan diberikan kepada semua anak yang memilih belajar dengan google, dan diajari oleh satu guru,” jelasnya.

Meski begitu, Jenny menegaskan bahwa guru yang berstatus ASN dan sudah sertifikasi harus bisa mengajar melalui google classroom.

Untuk memastikan proses belajar mengajar ini bisa berjalan baik, data siswa mulai dari nama alamat hingga nomor telepon harus jelas.

Pihaknya bahkan sudah melakukan evaluasi di SMP 8 dimana berdasarkan laporan dari salah satu guru bahwa dari 32 anak dalam satu kelas, hanya 8 anak yang tidak respon atau tidak bisa mengikuti belajar online.

“Dengan jumlah begitu saya fikir itu tidak masalah untuk manual,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah juga perlu mengetahui sampai dimana kemampuan masyarakat dalam hal ini anak untuk mengikuti metode belajar yang ditawarkan baik online maupun manual.

“Jangan sampai kita menerapkan sistem yang tidak bisa dijangkau oelth masyarakat kita,” tambahnya.

Reporter: Anya Fatma
Editor: Sevianto

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar