Oknum ASN Kota Jayapura Diduga Terlibat Kasus Penipuan dan Pemerasan Bagi CPNS, Korban dari Luar Papua

Ketua KOMISI A DPRD Kota Jayapura, Murki Hamadi. (Foto: Adi/Seputarpapua)
Ketua KOMISI A DPRD Kota Jayapura, Murki Hamadi. (Foto: Adi/Seputarpapua)

JAYAPURA | Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Jayapura diduga terlibat kasus penipuan dan pemerasan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Dugaan penipuan tersebut,m terungkap setelah Ketua Komisi A DPRD Kota Jayapura, Mukri Hamadi mendatangi Polresta Jayapura kota, Rabu (5/1) guna menyerahkan bukti yang telah diterima dari para korban.

“Dua hari lalu kita (komisi A) DPRD Kota Jayapura telah menerima bukti-bukti dari korban, dan saat dilihat hal ini bukan ranahnya dari DPRD dan adanya dugaan tindak pidana sehingga kita melaporkan kepada kepada Polresta Jayapura Kota,” kata Mukri usai menyerahkan bukti di Polresta Jayapura kota.

Mukri menjelaskan bahwa, para korban tersebut berasa dari luar Papua. Mereka dijanjikan bakal diterima menjadi pegawai di lingkungan Pemerintah kota Jayapura.

“Korban dari (luar Papua) ke Kota Jayapura, mereka di peras dan ditipu untuk diterima sebagai PNS di pemkot Jayapura melalui formasi K2 dan honorer yang sedang dilakukan pemberkasan,” jelasnya.

Bukti yang diserahkan kepada kepolisian kata dia, berupa salianan kwitansi pembayaran sebesar Rp. 45 juta dan bukti rekaman.

Dalam rekaman itu diketahui, para korban dari luar Papua yang berkeinginan menjadi ASN akan dibantu dalam proses pemberkasan.

“Jadi (pelaku) ada punya tim yang bertugas mengurusi berkas dari para korban,” ujar fungsionaris PDIP kota Jayapura itu.

Kasus dugaan penipuan ini bermula saat tiga orang korban mendatangi kantor DPRD Kota Jayapura untuk menyampaikan permasalahan tersebut.

“Sudah dari bulan Oktober 2021 mereka di sini dan mereka belum dipenuhi janjinya untuk menjasi ASN katanya begitu,” ujar Mukri mengulang percakapan korban.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam rekaman itu juga diketahui, sekitar 65 orang yang sedang diurus pemberkasan dan 17 orang lainnya ditangani salah satu pihak lagi.

“Dalam rekaman dimaksud ada mencatut nama Pemprov Papua, MRP, Wali Kota Jayapura, para istri dari anggota Polri, DPRD kota Jayapura (Komisi A), dan instansi lainnya,” jelasnya.

Dirinya mengatakan, para korban di bandrol masing-masing Rp.m70 juta saat dinyatakan lulus sebagai PNS di jajaran Pemkot Jayapura.

Seperti diketahui, saat ini di Pemkot Jayapura sedang dilalukan pemberkasan guna melihat kembali honorer dalam rangka memenuhi permintaan dari tenaga eks K2 yang sudah bekerja dari tahun 2015

“Jadi maksud kami bukan hanya melindungi mereka yang dari luar Papua yang ditipu jadi ASN tapi juga melindungi 300 tenaga eka K2 dan 600 honorer di kota Jayapura yang sebenarnya mereka ini yang punya hak untuk dilakukan pemberkasan dalam rangka pengangkatan ASN,” pungkasnya.

Sehingga pihaknya berharap, dengan adanya laporan ini hak dari para eks K2 dan honorer dapat dilindungi.

“Atau kita memberikan informasi kepada kepolisian bahwa ada terjadi dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh beberap oknum ASN,” pungkasnya.

reporter : Adi
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.