seputarpapua.com

Omset Sempat Menurun Drastis, Pedagang di Pasar Tradisional Biak Tetap Bertahan di Tengah Pandemi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Para pedagang di Pasar Darfuar, Biak. (Foto: NS/SP)
Para pedagang di Pasar Darfuar, Biak. (Foto: NS/SP)

BIAK | Sejak mewabahnya pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kabupaten Biak Numfor, Papua banyak memberikan dampak kepada pelaku usaha mulai dari yang besar, menengah, bahkan usaha kecil.

Dampak Covid-19 ini pun dirasakan para pelaku usaha khususnya pedagang di pasar tradisional.

Seperti dialami Sukrianah Situmorang (52), warga Kelurahan Samofa, yang kesehariannya berjualan di sembako di Pasar Tradisional Darfuar Biak.

“Sekitar 9 bulan yang lalu memang terasa sangat luar biasa dampak Covid-19, penjualan itu turun drastis. Apalagi saat pasar ditutup selama satu minggu, karena ditemukannya kasus Covid-19 di daerah pasar, jadi orang-orang takut semua ke pasar. Luar biasa sekali, jadi penjualan kami turun drastis hanya 20 persen penghasilan kami,” ungkap ibu yang memiliki 3 anak ini, saat ditemui media ini di tokonya, Rabu (9/12).

Ia pun bercerita, sejak adanya pandemi Covid-19 sejak 9 bulan lalu, penghasilannya pun menurun drastis, pasalnya pembeli semakin berkurang, kalaupun ada pembeli tak ramai seperti biasanya.

“Memang turun sekali pendapatan dari yang biasanya saya bisa dapat 15jt per hari sebelum adanya Covid-19, sekarang per hari nya cuma dapat 2 juta. Kalau omset segitu saya rugi besar, saya rasa sedih sekali, tapi saya tetap bersyukur sama Tuhan, karena yang paling penting itu tetap sehat,” ujar Sukrianah.

Meski demikian ia tetap bersyukur, dengan penghasilan yang didapat, ia bisa membayar harga barang dan menggaji karyawannya.

Walaupun dengan kondisi yang sulit, Ia juga bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Kabupaten Biak Numfor Herry A. Naap yang peduli kepada masyarakat dengan memberikan bantuan.

“Saya juga bersyukur karena di sini pemerintah daerah Kabupaten Biak Numfor khususnya Bupati yang masih memberikan bantuan kepada masyarakat tanpa memilih siapa yang menerima bantuan,” kata Sukrianah.

Sukrianah pun mengungkapkan, pendapatannya mulai kembali membaik sejak Agustus sampai bulan Desember ini apalagi memasuki hari raya Natal. Omset yang didapat pun perlahan mulai normal kembali.

“Memang tidak seperti tahun lalu ya apalagi menjelang Natal, kalau sekarang ya mungkin karena keadaan juga masih Covid-19 pendapatan ya sekitar 70 persen,” ungkapnya

Ia pun berharap pandemi Covid-19 cepat berakhir sehingga perekonomian dapat membaik kembali terutama bagi para pedagang di Pasar Tradisional.

“Mudah-mudahan Covid -19 ini segeralah berlalu, jadi masyarakat juga bisa belanja lagi seperti biasa di pasar,” tuturnya

Sukrianah juga berharap pemerintah daerah tidak lagi melakukan pembatasan aktivitas sehingga kembali normal.

“Saya berharap kedepannya mulai normal kembali, tidak ada lagi pembatasan aktivitas, sehingga perekonomian lambat laun akan meningkat dan pulih kembali seperti semula,” pungkasnya.

 

Reporter: NS
Editor: Misba Latuapo
Berita Terkait
Baca Juga