seputarpapua.com

Operasi Matoa 2021 Papua, Turunkan Lakalantas Jadi Prioritas Utama

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
MENYEMATKAN | Wakapolres Mimika, Kompol Sarraju menyematkan pita 'Operasi Keselamatan Matoa 202' kepada anggota Polisi Militer (POM) TNI-AD beserta anggota Polri dan Dinas Perhubungan. (Foto: Saldi/Seputarpapua)
MENYEMATKAN | Wakapolres Mimika, Kompol Sarraju menyematkan pita ‘Operasi Keselamatan Matoa 202’ kepada anggota Polisi Militer (POM) TNI-AD beserta anggota Polri dan Dinas Perhubungan. (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA | Jajaran Polda Papua hari ini, Senin (12/4/2021), secara resmi menggelar Operasi Matoa tahun 2021 dalam rangka cipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) memasuki bulan Ramadan atau menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah ditengah Pandemi Covid-19.

Di Kabupaten Mimika, Papua, Operasi Matoa 2021 dibuka melalui apel gelar pasukan di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga-Mile 32, yang dipimpin Wakapolres Mimika, Kompol Sarraju serta dihadiri perwakilan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika.

Dalam arahan Kapolda Papua, Irjen Mathius D. Fakhiri yang dibacakan Wakapolres, disampaikan bahwa dalam pelaksanaan operasi ini di prioritaskan kegiatan pendidikan masyarakat dalam berlalu lintas (Dikmas Lantas), yang mampu mewujudkan rasa simpatik masyarakat kepada Polri, khususnya Polantas.

Disamping itu, juga mengedukasi masyarakat agar menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang tertib. Sehingga diharapkan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi, seperti misalnya meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan, menekan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, dan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang larangan mudik pada hari raya Lebaran tahun 2021.

“Terciptanya Kamseltibcarlantas untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran, kecelakaan dan kemacetan lalu lintas, dengan harapan terciptanya perubahan mindset berlalu lintas menjadi tertib (revolusi mental),” kata Kapolda.

Operasi ini dilaksanakan terhitung mulai hari ini, 12 April 2021, dan dilaksanakan selama 14 hari kedepan.

Sebagaimana diketahui, data Polda Papua terkait jumlah pelanggaran lalu lintas pada tahun 2019, untuk tilang terdapat 13.585 kasus, di mana pada tahun 2020 berjumlah 17.273 kasus, sehingga terdapat kenaikan tren 27 persen.

Untuk teguran di tahun 2019 sejumlah 12.866 pelanggaran, dan pada tahun 2020 sejumlah 16.128 pelanggaran atau ada kenaikan tren 25 persen. Jumlah kecelakaan lalu lintas pada tahun 2019 berjumlah 2.224 kejadian, dan pada tahun 2020 sejumlah 1.717 kejadian, terdapat penurunan tren 23 persen.

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2019 berjumlah 283 jiwa, dan pada tahun 2020 berjumlah 208 jiwa, terdapat penurunan tren 27 persen. Sedangkan korban luka berat pada tahun 2019 sejumlah 1.165 orang, dan pada tahun 2020 sejumlah 827 orang, terdapat penurunan tren 23 persen.

Berita Terkait
Baca Juga