seputarpapua.com

Operasi SAR Ditutup, Warga yang Hanyut di Kali Kabur Belum Ditemukan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
PENCARIAN | Tim SAR menyusuri sungai melakukan melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang pada 12 April 2021. (Foto: Humas Basarnas Timika)
PENCARIAN | Tim SAR menyusuri sungai melakukan melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang pada 12 April 2021. (Foto: Humas Basarnas Timika)

TIMIKA | Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Papua menyatakan telah berupaya mencari seorang warga yang dilaporkan hilang pada 12 April 2021 di sungai (kali kabur) Mile 28, area PT. Freeport Indonesia.

Namun, hingga Minggu (18/4/2021) atau memasuki hari ketujuh pencarian, korban bernama Marius Hesegem (59) tak kunjung ditemukan.

Pada Minggu pagi, Tim SAR gabungan kembali melakukan upaya pencarian terhadap korban yang dicurigai hanyut terbawa arus sungai di area mile 28, namun upaya itu belum juga membuahkan hasil.

Oleh karena itu, operasi SAR yang sudah dilakukan selama tujuh hari, dan sesuai SOP maka diusulkan untuk ditutup.

“Untuk saat ini sesuai dengan SOP, kami akan mengusulkan penutupan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, George L. M. Randang.

George mengatakan, terkait penutupan operasi SAR, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan keluarga korban. Bahkan, pihak keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim SAR atas upaya keras yang sudah dilakukan untuk mencari Marius Hesegem.

“Namun kami tetap berusaha untuk menggali informasi lebih dalam lagi terkait dengan hilangnya saudara kita pak Marius,” katanya.

Hal itu dimaksudkan ketika ada informasi terbaru yang diperoleh terkait dengan korban, maka operasi SAR dapat dibuka kembali.

Berita Terkait
Baca Juga