OPINI: Mengamalkan Ukhuwah Islamiyah Dikalangan Remaja Milenial Era Modern

Dimas Ricky Setiawan
Dimas Ricky Setiawan

 

Oleh: Dimas Ricky Setiawan

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa hidup sendiri dalam menjalankan aspek kehidupan, tentunya kita membutuhkan orang lain karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup sendiri, pasti membutuhkan orang lain dalam melakukan seluruh kegiatan yang kita jalani.

Adanya globalisasi dan teknologi yang semakin berkembang berpengaruh besar pada kegiatan atau aktivitas yang kita lakukan, terutama dikalangan remaja atau yang disebut remaja milenial, yang selalu berperan aktif dalam mengikuti perkembangan zaman yang terus maju.

Dengan adanya globalisasi, budaya dari luar pasti masuk ke dalam kehidupan. Ditambah adanya media sosial, kita semakin tahu bahwa dunia ini luas. Ada banyak hal, tempat, sesuatu, bahkan teman baru yang bisa kita dapatkan dengan teknologi yang semakin berkembang.

Media sosial mengambil peran besar disini, seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter dan masih banyak lagi. Media sosial memudahkan kita untuk mendapatkan teman, sahabat dan mengenal banyak orang.

Tetapi, diperlukan aturan bermain media sosial demi mengindari dampak negatif yang bisa ditimbulkan olehnya. Salah satu dampak negatifnya adalah media sosial membuat kalangan remaja terlalu banyak menghabiskan waktu dengan bermain gadget, lebih fokus pada dunia maya, sehingga interaksi yang dilakukan hanya melalui internet dan interaksi secara langsung pun berkurang.

Hal ini menurut saya pribadi, mengurangi rasa persaudaraan atau ikatan yang terjalin, karena sebatas interaksi melalui daring, hampir tidak ada interaksi secara langsung. Yang paling menyedihkan adalah, ketika pertemanan di media sosial tak seindah atau sesuai dengan ekspektasi kita.

Tidak berbeda dengan pertemanan di dunia nyata, pertemanan di media sosial juga dapat memunculkan adanya sebuah pertemanan toxic, dimana memanfaatkan satu pihak dan merugikan pihak yang lain. Selain pertemanan toxic, bullying, juga rasisme merambat di media sosial. Hal ini membuat hilangnya rasa persaudaraan atau pertemanan dan memutuskan hubungan baik yang sudah pernah ada.

Maka dari itu, salah satu cara mengindari dampak negatifnya adalah dengan mengamalkan Ukhuwah Islamiyah. Nilai yang dimaksudkan dari Ukhuwah Islamiyah ini yaitu, kita harus berteman atau membentuk suatu tali persaudaran yang dapat menyatukan hati tanpa melihat dari suku mana, agama, kulit, bahasa yang berbeda untuk berteman secara tulus dan baik tanpa harus memanfaatkan karena adanya faktor kebutuhan duniawi maupun materi. Karena sebagaimana yang kita ketahui, setiap muslim yang ada didunia ini merupakan saudara muslim lainnya.

Tujuan dari Ukhuwah Islamiyah adalah, agar tercapai hubungan pertemanan atau tali persaudaraan yang ditandai dengan mengharap ridha Allah SWT semata, dan bebas dari segala tuntutan kebutuhan dunia maupun materi.

Penerapan nilai Ukhuwah Islamiyah di kehidupan kita sangat dibutuhkan, apalagi dalam sebuah pertemanan secara tulus dan ingin pertemanannya terus ada sampai tua, atau mungkin sampai anak cucunya pun bisa terus menjalin pertemanan atau rasa persaudaraan yang semakin baik, saling mengingatkan, saling tolong-menolong jika ada kesusahan atau terkena musibah, saling memaafkan, saling menghormati, saling mendoakan dalam kebaikan dan lain sebagainya.

Di tengah era modern, dimana perkembangan teknologi yang setiap saat akan terus berkembang pesat, remaja milenial perlu menanamkan nilai seperti ini, agar tidak terpengaruh budaya luar yang dapat merugikan diri sendiri ataupun orang sekitarnya, dan tetap menerapkan dan mengamalkan nilai-nilai Ukhuwah Islamiyah.

Cara mengamalkannya pun dapat dimulai dari hal yang kecil, yakni mengingatkan jikalau berpakaian terlalu terbuka atau tutur bahasa yang tidak baik atau sopan karena adanya pengaruh budaya luar.

Kemudian, bagaimana bermain media sosial yang baik tanpa merugikan orang lain dan membuat orang lain tidak nyaman apalagi teman kita sendiri? Yang terpenting adalah tidak membedakan seseorang hanya karena ada kekurangan ataupun kelebihan darinya. Sikap toleransi diperlukan dalam hal menjaga pertemanan atau persaudaraan yang telah ada agar tetap mengarah ke hal-hal yang positif, dimana kita sendiri dan individu-individu lain itu bisa berkembang dengan memiliki pertemanan yang sehat dan baik.

Globalisasi yang terus berkembang juga perlu difilter, karena tidak semua dampaknya juga negatif, beberapa ada juga yang positif, contohnya mendukung dakwah melalui media sosial, dan hal-hal dan lebih menekankan pada nilai-nilai islam. Yang mana ini bisa membuat kita sebagai orang yang berdampak langsung globalisasi dari segala macam bentuknya, tetap berada pada jalan yang benar, yaitu jalan Allah SWT. Dan di sebuah pertemanan yang telah terbentuk dengan sangat baik, akan membangun umat atau masyarakat yang kokoh yang dilandasi dengan nilai-nilai yang bisa membuat kepribadian kita semakin baik kedepannya.

Di Indonesia sendiri, banyak remaja-remaja yang kurang menerapkan nilai Ukhuwah Islamiyah karena globalisasi. Hal tersebut membuat mereka berteman berdasarkan materi dan duniawi yang terlalu berlebihan. Seperti didalam sebuah pertemanan, ada kasta atau tingkatan pertemanan sehingga rasa persaudaraan bisa dikatakan kurang, karena berpatokan pada sesuatu.

Kedepannya semoga nilai Ukhuwah Islamiyah bisa berkembang dan menjadi sesuatu yang bisa ditanamkan kepada masyarakat Indonesia, khususnya remaja. Bahwa membangun rasa persaudaraan tanpa pandang bulu sangatlah penting, terlepas dari penilaian suku, ras, bahasa, dan fisik. Apalagi kita di Indonesia telah memiliki semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang mengandung arti meski berbeda-beda kita tetap dan harus menjadi satu kesatuan.

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang.

Ditinjau oleh: Saldi Hermanto

(Opini adalah pendapat atau gagasan penulis yang dikirim ke Redaksi Seputar Papua. Keseluruhan konten menjadi tanggungjawab penulis)

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.