Orang Tua Murid Bentuk Tim Kawal Kasus Pelecehan Seksual di SATP

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BENTUK TIM | Orang tua murid dan sejumlah tokoh membentuk tim mengawal kasus pelecehan seksual dan kekerasan di SATP. (Foto: Ist/Seputarpapua)
BENTUK TIM | Orang tua murid dan sejumlah tokoh membentuk tim mengawal kasus pelecehan seksual dan kekerasan di SATP. (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Orang tua murid bersama sejumlah tokoh membentuk tim pencari fakta guna mengawal kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap puluhan anak di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) di Mimika.

Pembentukan Tim Pencari Fakta yang melibatkan 12 orang, sepakat menunjuk Perion Janempah sebagai Koordinator Umum melalui rapat pertemuan di Timika, Jumat (26/3/2021).

“Tim ini akan mengawal aspirasi orang tua murid atas kasus pelecehan seksual 31 anak kami di Asrama Taruna Papua di Timika,” kata Perion Janempah.

Adolfina Kuum, salah satu orang tua murid mengatakan, tim yang dibentuk antara lain akan mengawal bagaimana proses hukum terhadap pelaku, serta proses pemulihan terhadap puluhan anak yang jadi korban.

“Karena kita tidak tahu pelaku ini dimana, proses hukumnya sudah bagaimana, sehingga perlu kita kawal agar dia dipastikan dapat hukuman setimpal,” katanya.

Adolfina mengaku, sebagai orang tua belum bisa memastikan tindakan trauma healing terhadap anak-anak mereka. Bahkan ada informasi dari salah satu orang tua murid bahwa proses pemulihan belum berjalan.

“Ada beberapa anak yang sempat dibawa oleh orang tuanya ke rumah, tapi dijemput kembali pihak asrama dengan alasan mau ujian,” kata dia.

Tim tersebut, lanjut dia, juga akan kembali melakukan koordinasi dengan pihak YPMAK pekan depan ini. Termasuk untuk menanyakan sejauh mana proses pemulihan dilakukan.

“Kalau memang pemulihan tidak sesuai dengan harapan kami, maka sebaiknya anak-anak dikembalikan saja ke orang tua sementara waktu. Anak-anak akan lebih baik dalam pantauan orang tua,” ujarnya.

Berita Terkait
Baca Juga