seputarpapua.com

Orang Tua Murid Geruduk Sekolah di Timika Menyusul Kasus Pencabulan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
AKSI PROTES | Aparat kepolisian mengamankan aksi protes sejumlah orang tua murid di Sekolah Asrama Taruna Papua, Sabtu (13/3/2021). (Foto: Muji/SP)
AKSI PROTES | Aparat kepolisian mengamankan aksi protes sejumlah orang tua murid di Sekolah Asrama Taruna Papua, Sabtu (13/3/2021). (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Sejumlah orang tua murid mendatangi Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) yang berlokasi di Kelurahan Wonosari Jaya (SP4), Distrik Wania, Mimika, Papua, Sabtu (13/03/2021).

Kedatangan sejumlah orang tua murid tersebut untuk menanyakan pola pembinaan dan pengawasan asrama, hingga anak-anak mereka menjadi korban penganiayaan dan pencabulan oleh oknum guru honorer, DFL.

Para orang tua murid sempat memasuki halaman sekolah dan melakukan protes terhadap pihak pengelolah asrama.

Beruntung aparat kepolisian dari Polsek Mimika Baru dipimpin langsung Kapolsek Mimika Baru AKP Dionisius VDP Helan, didukung Satuan Sabhara Polres Mimika meredam amarah para orang tua murid.

Selanjutnya dilakukan komunikasi antara orang tua murid dan pihak sekolah. Rencananya, pada Senin (15/03/2021) depan akan dilakukan pertemuan antara orang tua murid, pihak sekolah, YPMAK, dan PT Freeport Indonesia.

Oktavianus Kum, salah satu orang tua murid mengatakan dirinya datang bersama dengan orang tua murid lainnya ke asrama ini karena ada kejadian yang tidak senonoh dilakukan oleh oknum guru kepada anak-anaknya.

Tidak hanya itu, Oktavianus menyebut terjadi penganiayaan disertai ancaman terhadap anak-anak mereka di sekolah berpola asrama modern tersebut.

Kata dia, para korban diancam akan diikat dan dipukul jika berani mengadu ke orang tua atau siapa pun. Peristiwa ini telah berlangsung sejak Oktober 2020 hingga 2021. Perbuatan keji pelaku pun baru terkuak beberapa hari lalu.

“Dari itu, kami selalu orang tua datang untuk mempertanyakan hal ini kenapa sampai terjadi dan baru ketahuan. Padahal sudah lama terjadi,” katanya.

Berita Terkait
Baca Juga