Otoritas Bandara Mozes Kilangin Perketat Pemeriksaan Penumpang Arus Balik

PEMERIKSAAN | Penumpang pesawat menjalani pemeriksaan di Bandara Mozes Kilangin Timika. (Foto: Sevianto/Seputarpapua)
PEMERIKSAAN | Penumpang pesawat menjalani pemeriksaan di Bandara Mozes Kilangin Timika. (Foto: Sevianto/Seputarpapua)

TIMIKA | Pengelola Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua akan memperketat pengawasan protokol kesehan (prokes) kepada pelaku perjalanan arus balik Lebaran 2021.

Seluruh maskapai penerbangan kembali beroperasi mulai Selasa (18/5/2021) besok, setelah dihentikan sementara mengacu pada Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Bandara Mozes Kilangin Timika Subagjo Hadijan mengatakan, pihaknya tetap menerapkan standar protokol kesehatan untuk antisipasi penumpang yang masuk pasca lebaran.

Otoritas bandara bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), security bandara, dan petugas airlines untuk pemeriksaan bebas Covid-19, serta memeriksa kartu kesehatan atau e-HAC.

“Kami akan memperbanyak petugas pemeriksa di bandara, agar tidak ada yang lolos pada saat pemeriksaan nantinya,” kata Subagjo saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (17/5/2021) malam.

Subagjo memastikan, tidak ada perlakuan khusus bagi penumpang pesawat Airfast milik PT. Freeport Indonesia, dengan pesawat komersial. Penumpang tetap melalui jalur yang sama dan diperiksa oleh petugas yang sama.

Namun, memang ada sedikit kebijakan dari Manajemen PT Freeport Indonesia kepada penumpang Airfast. Mereka terlebih dulu harus melakukan rapid test antigen di basecamp sebelum mengambil bagasi.

“Setelah pemeriksaan rapid antigen, maka penumpang Airfast baru bisa mengambil bagasinya. Memang ada penanganan khusus. Cuma pada saat datang ke bandara, perlakuannya sama dengan menunjukkan test negatif Covid-19 dan kartu e-HAC kepada petugas KKP,” terangnya.

“Jadi yang membedakan, adalah untuk karyawan PT Freeport Indonesia atau yang naik pesawat Airfast melakukan tes rapid antigen dua kali, yakni sebelum berangkat dan pada saat turun dari pesawat. Sementara penumpang umum lainnya hanya satu kali disaat mereka hendak terbang,” sambung dia.

Subagjo menambahkan, pihaknya akan lebih intensif dan memperketat pemeriksaan mengingat sudah dua minggu pesawat tidak beroperasi. Ditambah penerbangan akan semakin padat, maka perlu dilakukan antisipasi.

“Kami menekankan kepada petugas untuk lebih jeli dan teliti dalam memeriksa penumpang yang turun dari pesawat. Sehingga tidak ada yang lolos dalam pemeriksaan. Ini dilakukan karena sering didengar ada pemeriksaan hasil rapid antigen yang tidak sesuai,” jelasnya.

reporter : Mujiono

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.