Pandemi Covid-19 Juga Berdampak pada Program Kerja GKI Klasis Mimika

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
RAKER | Pelaksanaan rapat kerja GKI Klasis Mimika di Gereja Viadolorosa. (Foto: Sevianto Pakiding/SeputarPapua)
RAKER | Pelaksanaan rapat kerja GKI Klasis Mimika di Gereja Viadolorosa. (Foto: Sevianto Pakiding/SeputarPapua)

TIMIKA | Pandemi Covid-19 yang terjadi selama satu tahun terakhir ternyata juga sangat berdampak pada program kerja Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Mimika di tahun 2020.

Ketua GKI Klasis Mimika, Pdt. Lewi Sawor mengungkapkan, hasil program kerja yang dijalankan lima komisi hanya 49 persen yang terealisasi.

Lima komisi diantaranya, Komisi Pelayanan yakni jemaat dan pekabaran Injil, Komisi Ekonomi yakni keuangan dan pembangunan, Komisi Diakonia atau pelayanan kasih, dan Komisi Pendidikan.

Menurutnya, pencapaian ini jauh berbeda dari pencapaian di tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 90 sampai 95 persen.

“51 persen tidak berjalan karena terkendala pandemi Covid-19,” kata Pdt. Lewi saat diwawancara usai pelaksanaan rapat kerja GKI Klasis Mimika di Gereja Viadolorosa, Jumat (19/2/2021).

Pdt. Lewi mengatakan, dari lima komisi ini semuanya memiliki program kerja yang tidak berjalan. Salah satunya seperti Komisi Pendidikan yang biasanya melakukan olimpiade sains, matematika dan bahasa inggris, namun karena pandemi sehingga ditiadakan di tahun 2020.

Meski demikian, Pdt. Lewi menyadari hal ini tidak bisa dipaksanakan karena pandemi Covid-19 yang bukan hanya melanda Mimika atau Indonesia saja, tetapi hampir semua negara di seluruh dunia.

Pdt. Lewi menambahkan, rapat kerja (RAKER) yang digelar di Gereja Viadolorosa ini merupakan yang keempat dilakukan dalam periode lima tahun terakhir, dengan tujuan untuk melakukan evaluasi terhadap program pelayanan selama tahun 2020 dan juga progres kegiatan yang telah dilakukan oleh badan pekerja klasis melalui komisi-komisi yang ada.

“Ini untuk evaluasi terhadap program kegiatan yang dilakukan, evaluasi terhadap keuangan gereja selama satu tahun, baik penerimaan maupun pengeluarannya. Juga membuat rencana program dan anggaran belanja untuk tahun 2021,” jelas Pdt. Lewi.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga