Panti Rehabilitasi ENY Tak Layak Dihuni, Dinsos Mimika Rencanakan Perbaikan

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Marthen Malisa
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Marthen Malisa

TIMIKA | Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Marthen Malisa mengatakan pihaknya sedang berencana memperbaiki panti rehabilitasi Eme Neme Yauware (ENY) yang kini belum difungsikan.

Dikatakan, Panti Rehabilitasi tersebut belum bisa difungsikan karena ada beberapa kerusakan pada fasilitas dalam gedung seperti lantai yang rusak, tempat tidur dan cat yang sudah memudar.

“Gedung Rehabilitasi Eme Neme ini kan sudah dua tahun tidak berjalan jadi sementara ini rencananya kami mau perbaiki dulu, ini kan untuk anak-anak yang dengan masalah sosial,” katanya kepada Seputarpapua.com, Senin (19/9/2022).

Ia mengaku sudah melakukan tinjauan ke lokasi dan mendapati tempat tersebut mengalami kerusakan dan tidak layak ditempati anak-anak yang dalam masalah sosial.

“Kan tidak mungkin kita suruh tidur dilantai, jadi kita perbaiki dulu baru (gedung) baru pembinaan berjalan,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah mencoba koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar nantinya kalau sudah kembali ditempati anak-anak yang membutuhkan bisa digelar pendidikan non reguler seperti Program Pendidikan Kesetaraan.

“Dinas Pendidikan juga sudah siap tapi kondisi gedung kita disana yang tidak memungkinkan. Karena memang sudah lama tidak difungsikan, ada sekitar empat bisa difungsikan tapi fasilitasnya, kemudian sekarang juga kan sudah ada gedung serbaguna yang nantinya bisa digunakan oleh anak-anak nantinya,” ungkap Marthen.

Dikatakan, pihaknya tidak ingin sekedar menampung anak-anak saja namun juga menekankan pembinaan kemandirian.

“Jadi rencana saya tidak hanya kita masakan saja anak-anak itu kaya di hotel tetapi saya mau juga ada pembinaan, seperti ajarkan mereka masak sendiri, cuci baju sendiri, supaya mereka bisa terbina. Kalau kita manjakan itu tidak berguna,” katanya.

Dikatakan untuk merehab gedung-gedung tersebut, Dinas Sosial membutuhkan dana sekitar Rp500 juta yang sebenarnya sudah diusulkan di anggaran perubahan namun dalam APBD Perubahan belum ada perencanaan untuk merehab gedung tersebut.

“Untuk rehab sudah diusulkan diperubahan ini, tapi disampaikan belum ada perencanaan untuk rehab, sudah artinya emergencynya dlu. Intinya saya sudah usulkan dan ini sementara menungggu hasilnya seperti apa, kalau di acc yah jalan, kalau tidak kan tidak mungkin dipakai dalam kondisi saat ini,” pungkasnya.

 

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.