Papuan Voices akan Gelar ‘Festival Mini’ di Delapan Wilayah di Tanah Papua

Logo Papuan Voices. (Foto: Ist/Suarapapua)
Logo Papuan Voices. (Foto: Ist/Suarapapua)

JAYAPURA | Dalam upaya memperluas advokasi melalui media audiovisual, Papuan Voices berencana menggelar ‘Festival Mini’ sebagai alternative mengisi kekosongan FFP (Festival Film Papua) ke-IV di delapan wilayah di Tanah Papua.

Dilansir dari Suarapapua.com,, Jumat (7/8/20), Koordinator Umum Papuan Voices, Bernard Koten mengatakan, festival mini ini akan dilaksanakan di delapan wilayah yang tersebar di Tanah Papua.

“Kami buka kegiatan festival film mini dengan merayakan HUT Mambesak pada 5 Agustus. Perayaan HUT Mambesak ini juga menjadi agenda wajib kami dari Papuan Voices (PV),” katanya kepada media ini saat dihubungi via pesan elektronik Jumat, (7/8/20) dini hari.

Dalam keterangan tertulis yang diterima dikatakan sejak tahun 2017 Papuan Voices telah menyelenggarakan FFP ke-I di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua dan telah mendapatkan respon dari beragam pihak.

FFP telah menjadi agenda tahunan Papuan Voices. Dan sesuai dengan keputusan di Sorong, Papua Barat saat berakhirnya FFP Ke-III, Kota Wamena selanjutnya menjadi tuan rumah penyelenggaraan FFP Ke-IV. Kegiatan FFP diselenggarakan dari tanggal 05-09 Agustus setiap tahunnya.

Sayangnya, agenda tersebut ditunda karena sejak 21 Maret 2020, dua wargadinyatakan positif Covid19 di Provinsi Papua. Dan pada tanggal 24 Maret 2020, Pemerintah Provinsi Papua melakukan “lockdown” dengan menutup semua jalur penerbangan dan laut dari dan keluar Papua, termasuk antar kabupaten di Provinsi Papua.

IKLAN-TENGAH-berita

Melihat dinamika semakin menguatnya penyebaran Covid-19 di Papua, maka Panitia FFP Ke-IV juga mengeluarkan surat dengan nomor Surat Keputusan Panitia FFP IV No: 02/Panitia FFPIV_Wamena/V/2020 tentang penundaan kegiatan FFP IV sampai situasi normal kembali.

Dia menjelaskan, dalam situasi Covid-19 ini hanya beberapa wilayah yang bisa melaksanakan agenda festival film mini.

“Festival ini kami sebut dengan ‘Kitong Nonton’ dan diskusi tentang diri, alam dan pergumulan kita di Papua,” ujarnya.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar