Pasca Penembakan di Kuala Kencana, Kodim Mimika Perketat Penjagaan Markas

TINJAU | Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih saat meninjau lokasi penembakan di OB 1. (Foto: Muji/SP)
TINJAU | Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih saat meninjau lokasi penembakan di OB 1. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Pasca penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di OB 1- Kuala Kencana, Senin (30/3), Kodim 1710 Mimika memperketat penjagaan di setiap markas komando (Mako).

“Pasca penembakan di OB 1, untuk di jajaran Kodim 1710 tidak ada penebalan pasukan. Tapi kami penjagaan atau siaga sampai pagi,” kata Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Pio L Nainggolan melalui pesan singkatnya yang diterima Seputarpapua.com, Jumat (3/4).

Kata dia, memperketat penjagaan pada setiap Mako, bukan berarti ada indikasi KKSB akan melakukan penyerangan terhadap Mako-mako. Tetapi ini lebih kepada bentuk kesiapsiagaan pasukan terhadap situasi yang ada.

“Kami hanya siaga saja, terkait situasi dan kondisi yang ada,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin (30/3) sekitar pukul 14.00 WIT, KKSB pimpinan Joni Botak melakukan penembakan terhadap tiga karyawan di area perkantoran PT Freeport Indonesia, di Kuala Kencana.

Ketiga karyawan yang menjadi korban yakni, Graeme Thomas Waall (meninggal dunia), Jibril M.A Bahar tertembak di paha, dan Ucok Simanungkalit terkena serpihan peluru di siku kanan dan punggung.

Jenasah Graeme Thomas Waall, pada Rabu (1/4) dikirim ke negara asalnya, yakni Selandia Baru. Sementara untuk Jibril dan Ucok saat ini menjalani perawatan di RS Tembagapura.

Dari peristiwa tersebut Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, Selasa (31/3) meninjau lokasi penembakan di OB 1, Kuala Kencana.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar