Pastor Selamatkan Warga Terjebak Dalam Rumah yang Dibakar di Sugapa

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Pastor dan para pewarta gereja ketika mengevakuasi warga dari rumah yang dibakar di kawasan Bandara Bilogai, Sugapa. (Foto: Ist)
Pastor dan para pewarta gereja ketika mengevakuasi warga dari rumah yang dibakar di kawasan Bandara Bilogai, Sugapa. (Foto: Ist)

TIMIKA | Pastor bersama seorang anggota DPRD dan sejumlah tokoh gereja menyelamatkan enam warga terjebak dalam rumah yang dibakar di kawasan Bandara Bilogai, Sugapa, Intan Jaya, Jumat (29/10/2021).

Pastor Paroki Titigi Pater Yance Yogi, Pater Frans Sondegau, dan Anggota DPRD Intan Jaya Melianus Belau bersama sejumlah pewarta dan tokoh pemuda menjemput warga yang dalam kondisi ketakutan.

Enam orang itu tinggal di dua rumah, memilih berlindung ketika rumah sudah mulai terbakar. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, demikian dilaporkan suarapapua.com, Sabtu (30/10/2021).

Seorang perempuan bersama tiga orang laki-laki tinggal dalam satu rumah, sementara seorang perempuan dan seorang laki-laki tinggal di rumah lain yang berdekatan.

Keenam orang ini terjebak. Mereka tidak bisa keluar dari rumah mengamankan diri di tengah dentuman tembakan di sekitar Bandara Bilogai, Sugapa.

Pastor Yance Yogi kepada suarapapua.com dari Bilogai menjelaskan, mereka ke bandara setelah ada informasi bahwa beberapa petugas bandara dan seorang petugas bank terjebak di dalam rumah.

“Kami ke sana dan telah berhasil selamatkan mereka. Saya bersama pastor Frans, Pak Meli dan beberapa orang dari pastoran Bilogai,” jelasnya.

Keenam orang tersebut, lanjut dia, telah dibawah ke pastoran dan kini sedang bersama dengan umat dari kampung Baitapa, Kumbalagupa, Bilogai dan Tigamajigi.

“Mereka sudah ada di sini sama-sama dengan umat,” katanya.

Sementara itu, John Abugau, Ketua Dewan Paroki Bilogai juga membenarkan, sembari mengatakan bahwa enam orang itu saat ini sudah bersama-sama dengan umat di kompleks misi.

“Kemarin dua pastor, pak DPR (Melianus Belau) dan kami dari tim pastoral ke sana dan sudah antar mereka ke sini. Sekarang ada sama-sama di sini,” tambah John yang dihubungi secara terpisah.

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya mengakui bahwa mereka telah membakar rumah di bandara. Tidak semua rumah terbakar. Namun satu lapak kios dan satu rumah di bagian belakang terbakar.

Hutan Rimba Tigau, Anggota TPNPB Kodap VIII Intan Jaya saat menghubungi suarapapua.com mengakui telah membakar rumah itu. Dia berdalih punya alasan melakukan pembakaran.

“Kami bakar karena kami lihat setiap masyarakat sedang hadapi situasi yang parah, pejabat lari ke kota terus. Kami bakar dengan tujuan supaya para pejabat ini tidak lari ke luar Intan Jaya. Harus tinggal sama-sama masyarakat”

“Kami bakar supaya mereka ada di kota saja. Tidak usa ke Intan Jaya lagi. Mungkin karena gedung di bandara itu ada maka mereka selalu lari dari Intan Jaya. Rumah itu kami yang bakar,” tegasnya.

Pada Jumat petang, terjadi kontak tembak antara TNI/Polri dengan TPNPB yang oleh aparat disebut KKB. Saat itu pula Kantor Airnav di kawasan Bandara Bilogai dibakar.

Manajer Humas Airnav Indonesia, Yohanes Harry Douglas Sirait, mengatakan sekitar pukul 16.00 WIT terjadi insiden di kawasan bandara hingga kantor AirNav unit Bilorai terbakar.

Pihaknya, kata dia, saat peristiwa terjadi fokus untuk keselamatan personel pelayanan navigasi.

“Hingga pernyataan ini kami buat, seluruh personel AirNav Bilorai yang berjumlah tiga orang dinyatakan selamat dari insiden tersebut. Saat ini seluruh personel mengungsi ke gereja bersama dengan masyarakat sekitar,” kata Yohanes.

Berdasarkan pengamatan Airnav, insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada kondisi gedung dan fasilitas navigasi penerbangan yang ada di AirNav unit Bilorai.

Jika situasi keamanan memungkinkan, Airnav akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh fasilitas perkantoran. Namun fokus saat ini adalah keselamatan para personelnya.

“Seluruh personel AirNav Bilorai direncanakan akan dievakuasi meninggalkan daerah Intan Jaya menuju Nabire/ Timika pada kesempatan pertama,” ungkap Yohanes.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Kaleidoskop Papua 2021   Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Kaleidoskop Papua 2021 Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Baca Juga