Pasukan TNI Tidak akan Ditarik dari Papua, Ini Penjelasan Panglima

Ilustrasi
Ilustrasi

TIMIKA | Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menarik sedikitpun pasukan TNI dari wilayah Papua.

Saat ditemui di Rimba Papua Hotel, Rabu (22/12/2021) malam, Andika jelaskan hal ini akibat jumlah pasukan TNI yang menurutnya masih sangat kurang.

Dijelaskan Andika, saat ini pihaknya sangat fokus untuk pengembangan pasukan teritorial di masing-masing wilayah di Papua.

“Pendekatan teritorial ini merupakan tugas kami. Tugas yang sudah kita lakukan sejak dulu dan di seluruh wilayah Indonesia. Karena legalitas, status kita saat ini dalam keadaan damai. Jadi tidak ada yang diperlukan lebih dari itu,” kata Andika.

Pasukan teritorial ini merupakan pasukan yang sehari-hari melaksanakan tugas penanganan geografis dan demografis. Semisal Koramil untuk TNI Angkatan Darat atau Lanal untuk TNI Angkatan Udara.

“Termasuk di dalamnya, bagaimana kita berusaha membantu institusi pemegang kewenangan lain untuk menciptakan situasi, intinya situasi kondusif,” terangnya.

Komunikasi sosial (komsos) atau kegiatan kemanusiaan yang bersentuhan langsung ke masyarakat, kata Andika, juga merupakan bagian dari pembinaan yang akan selalu dilakukan oleh pasukan teritorial.

“Kalau ditanya apakah ada penarikan pasukan, di Papua ini masih sangat kurang,” katanya.

Menurutnya, jumlah pasukan TNI saat ini baru mampu mencapai 49 persen dari target jumlah yang diharapkan. Sehingga penarikan pasukan adalah hal yang mustahil, bahkan kalau perlu harus ditambah.

“Kalau di daerah lain, di Jawa itu mendekati 100 persen. Ini bukan jumlah yang kita karang-karang. Karena memang dari dulu jumlah ini sudah ada. Hanya keterpenuhannya, yang di Papua ini masih sangat rendah,” terangnya.

Dijelaskannya, di Papua saat ini terdapat tiga Komando Resor Militer (Korem). Ia membandingkan jumlah ini dengan yang dimiliki daerah lain, misalnya di Pulau Jawa yang masing-masing Komando Daerah Militer (Kodam) memiliki lima hingga enam Korem.

Sedangkan untuk jumlah Komando Rayon Militer (Kodim), menurutnya, Korem Merauke baru memiliki tiga Kodim.

“Nah satu Korem, di luar Papua, minimal 10 Kodim. Bahkan ada yang 14 Kodim. Ada yang 18 Kodim (per) satu Korem,” terangnya.

Oleh karena kurangnya jumlah pasukan ini, kata Andika, pihaknya justeru berusaha membuat satu aturan yang lebih memungkinkan TNI merekrut prajurit dari orang asli Papua, agar kuota pasukan terpenuhi.

“Karena jika menggunakan standar yang selama ini kita gunakan, biasanya (pendaftarnya) kalah Putera Daerah. Karena yang diukur misalnya psikologinya. Psikologi di situ ada IQ, ini kan sebetulnya tidak bisa diperlakukan sama,” kata Andika.

Selain tes psikologi, kata Andika, terdapat tes kesehatan yang mempunyai limit penilaian. Hal ini juga tidak dapat disama-ratakan dengan orang asli Papua.

Dijelaskan, sejak saat dirinya menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), pihaknya sudah mulai menyesuaikan hal tersebut. Dan ini akan terus dipertegas saat dirinya sekarang menjabat Panglima TNI.

“Sehingga kita bisa mendapatkan Putera Daerah lebih banyak,” pungkasnya.

reporter : Yonri
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.