PB PON Papua Simulasikan Jadwal Lelang Pengadaan Peralatan

RAPAT - Kegiatan rapat PB PON XX Papua. (Foto: Vidi/SP)
RAPAT | Kegiatan rapat PB PON XX Papua. (Foto: Vidi/SP)

JAYAPURA | Panitia Besar PON XX Papua baru saja menggelar rapat koordinasi bersama Sekretariat Lelang Pengadaan (SLP), pada Selasa (12/1/2021).

Kegiatan ini untuk menggenjot program skala prioritas sebelum perhelatan event Nasional PON XX di bumi cenderawasih Papua.

Rapat yang dipimpin Ketua Bidang I Pertandingan, Arena, Peralatan dan Upacara Yusuf Yambe Yabdi membuat simulasi jadwal lelang pengadaan peralatan PON bagi venue klaster Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Apalagi PB PON ditugaskan untuk menangani 20 disiplin peralatan, dari 56 disiplin yang disisanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

“Kita lihat dari sisa waktu persiapan yang hanya tinggal 7 bulan dan dengan kondisi sekarang masih ada sekitar 300 hari,” kata Yambe Yabdi.

“Kita coba buat simulasi pengadaan dengan waktu yang tersisa, kalau kontrak sekitar 4 April itu berarti kita punya waktu 120 hari dan jika sampai begitu, maka distributor atau vendor kita akan mengundurkan diri karena waktu yang terbatas, apalagi di masa pandemic ini membuat kita harus ekstra hati-hati,” tambah Yambe Yabdi.

IKLAN-TENGAH-berita

Oleh karena itu, kehadiran SLP dan PPK agar bersepakat peralatan akan lebih dulu dilakukan pelelalangan.

Dimana dalam jadwal simulasi itu, di tanggal 25 Januari peralatan sudah masuk dalam pelelangan, sehingga akan terkontrak di tanggal 19 Februari, yang memiliki waktu lebih baik 180 hari, dan waktu peralatan akan tiba dibulan Agustus 2021 mendatang.

“Sementara dari jadwal pertandingan sudah ada yang dimulai pada 20 September nanti, jadi masih ada sisa waktu untuk pemasangan peralatan dan lainnya. Itu yang coba kita kejar dari peralatan, dan kemudian yang akan kita kejar adalah upacara pembukaan dan penutupan,” tutur Yambe Yabdi.

“Kita berharap ketika peralatan masuk pada 25 Januari dengan begitu upacara pembukaan dan penutupan logistiknya harus masuk lagi lelang di 27 Januari, supaya dapat kontrak di 21 februari. Itu yang kita kejar di bidang upacara,” tambah Yambe Yabdi.

Dijelaskan, dengan waktu yang lebih cepat, dikarenakan produksi peralatan berasal dari Amerika dan Eropa, sehingga harus mendapatkan pemesanan terlebih dahulu.

“Sekarang pembelian bahan bakunya itu berdasarkan pesanan, distributor akan memesan kepada pabrik dan pabrik akan memesan kepada penyedia bahan baku berdasarkan kepastian uang yang nanti dari distributor yang mendapatkan kepastian uang dari PB PON. Jadi ada tim pengawasan internal dari tim kejaksaan, kepolisian dan BPKP mengenai status barang,” pungkas Yambe Yabdi.

 

Reporter: Vidi
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar