Pedagang Sebut Harga Tomat Bisa Naik Jika Pemda Mimika Terapkan Lockdown

TOMAT | Buah tomat yang dijual di pasar sentral. Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
TOMAT | Buah tomat yang dijual di pasar sentral. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Salah satu pedagang di Pasar Sentral Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Siti memgatakan saat ini ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok di pasar masih normal.

Namun, semua itu bisa saja berubah jika pemerintah melakukan lockdown.

“Yang ditakutkan kalau lockdown, penerbangan tutup pelabuhan tutup. Seperti tomat ini kan kita datangkan pakai kapal penumpang, jadi kalau kapal tidak masuk, berarti tomat juga,” katanya.

Ia mengakui tomat dari petani lokal ada, namun stoknya tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Lokal ada tapi kurang, jadi tidak bisa diandalkan,” katanya.

Untuk harga tomat sendiri saat ini dijual dengan harga Rp20 ribu per kilogram.

Menurutnya, jika tomat nantinya tidak masuk bisa saja harga akan naik. “Bisa jadi kalau tomat tidak masuk harga naik,” ujarnya.

Sementara itu harga kebutuhan bumbu dapur seperti bawang merah dan putih kini dijual dengan harga 45 ribu per kilogram.

“Modalnya sudah naik dari R35 ribu per kilogram jadi Rp40 ribu per kilogram,” ungka Siti.

Sementara untuk cabai masih ada pengiriman dari luar sehingga stoknya masih aman dengan harga jual Rp80 ribu per kilogram.

“Ada kiriman dari Makassar,” tuturnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Anya Fatma
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.