Peduli Situasi Konflik, PTFI Beri Bantuan untuk Pengungsi di Bilogai

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
SERAHKAN | Penyerahan bantuan dari PTFI kepada pihak Keuskupan. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua(
SERAHKAN | Penyerahan bantuan dari PTFI kepada pihak Keuskupan. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Sebagai bentuk keprihatianan kepada masyarakat yang mengungsi di sebuah Gereja Katolik di Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua, PT Freeport Indonesia memberikan bantuan bahan kebutuhan pokok seberat 5,3 ton.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Keuskupan Timika yang dilakukan secara simbolis pada, Rabu (24/2/2021) di Bobaigo, Komplek Keuskupan Timika, Jalan Cenderawasih.

Bantuan terdiri dari beras sebanyak 300 karung, Mie Instan 300 karton, Minyak goreng ukuran 20 liter sebanyak 20 gen, Susu 40 karton, Gula Pasir 40 karung, Kopi 20 karton dan Teh 20 karton.

Mewakili PTFI, VP Community Economic Development, Nathan Kum dalam sambutannya mengatakan, PTFI merasa prihatin atas apa yang menimpa warga Intan Jaya khususnya di Bilogai yang saat ini sedang mengungsi.

Dirinya menjelaskan, bantuan ini merupakan komitmen PTFI bukan hanya di sekitar area operasi PTFI di daerah Timika, namun juga di seluruh Papua.

Ia berharap dengan bantuan tersebut bisa diatur dengan baik oleh pihak Keuskupan karena Keuskupan yang lebih tahu situasi dan kebutuhan masyarakat yang ada disana.

“Kami dari keluarga besar PTFI terus prihatin dengan situasi masyarakat Intan Jaya akibat konflik bersenjata, kami berharap dan berdoa agar situasi tersebut bisa segera pulih supaya aktifitas bisa berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Mewakili Keuskupan Mimika, Vikaris Jenderal Keuskupan Timika, Pastor Andreas Madya Srijanto, SCJ menjelaskan karena situasi yang kurang kondusif banyak masyarakat yang memilih untuk tinggal di kompleks gereja di Bilogai.

“Awalnya disebutkan sekitar 600 orang, namun saat ini barangkali sudah ada sekitar 1000 orang yang mengungsi, karena situasi seperti itu, membuat pihak Keuskupan Timika mengundang masyarakat khususnya dari Gereja Katolik untuk memberikan perhatian kepada situasi disana,” tuturnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga