Pegiat HAM Singgung Emas Blok Wabu Intan Jaya di Tengah Kasus Kekerasan

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid. (zoom - Dok/SP)
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid. (zoom - Dok/SP)

TIMIKA | Menteri BUMN Erick Thohir baru-baru ini menyatakan akan menugaskan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) untuk mengelola Blok Wabu, tambang emas hasil penciutan wilayah operasi PT. Freeport Indonesia.

Rencana tambang Blok Wabu yang terletak di wilayah Kabupaten Intan Jaya menuai kritik dari lembaga-lembaga pemerhati kemanusiaan, di tengah rentetan kasus kekerasan belakangan terjadi di sana.

Ronald Rischardt, Biro Papua PGI menyinggung hal tersebut dalam konferensi pers virtual bersama lembaga pemerhati kemanusiaan, Senin (28/9), menyikapi kasus penembakan Pdt. Yeremia Zanambani di Intan Jaya.

Ia mengatakan, kawasan ini adalah tempat yang sangat indah. Dari Hitadipa, terlihat Gunung Wabu yang diketahui memiliki potensi biji emas tua, bahkan disebut-sebut dua kali lipat dari kandungan emas di Grasberg, Tembagapura.

Adapun Blok Wabu seluas sekitar 10.700 hektar dilepaskan Freeport ke Negara sebagai syarat memperoleh IUPK. Kawasan ini punya potensi sebesar 4,3 juta ton bijih emas berkadar emas (Au) 2,47 gram per ton.

“Pernah diajukan dulu oleh Freeport di jaman Gubernur Papua Barnabas Suebu, tapi ditolak karena alasan ada penduduk sipil di sana. Ketika itu penambangan rencananya ada dua pilihan, open pit atau underground,” kata Ronald.

IKLAN-TENGAH-berita

Menurut dia, penolakan tambang di Intan Jaya berkaca pada pengalaman Suku Amungme dan Kamoro di Mimika. Kehadiran penambangan di Tembagapura, sebutnya, justru jadi malapetaka bagi masyarakat adat.

“Oleh karena itu, kondisi yang sama di Intan Jaya bisa berdampak besar bagi Suku Moni dan Miagani,” kata Ronald selaku moderator dalam konferensi pers yang difasilitasi Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Prev1 of 3

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar