Pegiat Sosial Tolak Perpres Miras: Orang Papua Sudah Terlalu Banyak Korban

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ilustrasi (Foto: DOK/Seputarpapua)
Ilustrasi (Foto: DOK/Seputarpapua)

TIMIKA | Solidaritas Anti Miras dan Narkoba (SAMN) Papua secara tegas menolak izin investasi minuman keras beralkohol yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Ketua SAMN Papua Anias Lengka menyebut miras telah menimbulkan malapetaka bagi orang asli Papua. Menurutnya, sudah begitu banyak orang Papua menjadi korban miras dalam berbagai kasus.

“Sudah menimbulkan terlalu banyak korban. Mulai dari KDRT, pembunuhan, laka lantas di mana-mana, anak-anak putus sekolah karena mental rusak dan sebagainya,” katanya kepada Seputarpapua.com, Senin (1/3/2021).

Ia mengatakan, miras tidak hanya berdampak buruk bagi mereka yang mengkonsumsinya. Tetapi juga bagi orang lain yang terkena imbasnya akibat berbagai persoalan timbul akibat faktor minuman keras.

“Kepres ini sangat menyakiti hati kami. Tapi saya pikir bahwa kami tidak terlambat untuk menolak. Di provinsi lain boleh, silahkan. Tapi khusus di Papua jangan,” tegasnya.

Menurut Lengka, keputusan Presiden membuka peluang investasi miras benar-benar menjadi pukulan bagi orang Papua. Apalagi, masyarakat dan Pemda di Papua sendiri sejak lama telah memperjuangkan Perda Miras yang selalu ditolak pemerintah pusat.

“Saat ini, kami berupaya mendorong bagaimana Perda Nomor 15 tahun 2013 tentang pelarangan produksi dan peredaran miras di Provinsi Papua itu diberlakukan,” kata dia.

Dengan membuka peluang investasi miras di Papua, lanjut dia, Presiden Joko Widodo tak menyadari secara tidak langsung perlahan-lahan sedang membunuh orang Papua.

“Ini sesuatu yang dapat membunuh kami. Ini tidak bisa terjadi. Yang menerbitkan Perpres harusnya tahu situasi di Papua ini seperti apa,” katanya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga
Dapatkan Notifikasi ?    Ya Nanti