Pelaku Pencabulan Anak di Timika Divonis 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ilustrasi

TIMIKA | Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua menjatuhkan vonis 5 tahun penjara kepada IS, terdakwa pencabulan anak dalam sidang yang digelar Selasa (8/6/2021).

Sidang dilakukan secara online itu dipimpin Hakim Ketua Sarmaida ER Lumban Tobing beserta Hakim Anggota Muhammad Irsyad Rasyid dan Riyan Ardi Pratama.

Dalam putusannya, Majelis Hakim menilai, terdakwa IS bersalah dalam kasus pencabulan anak dibawah umur.

“Dengan demikian, Majelis Hakim menilai terdakwa bersalah karena memperdaya korban dengan tipu muslihat sehingga bersetubuh dengan korban,” tegas Sarmaida dalam sidang.

Dengan demikian, Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam dakwaan primer, disebutkan Sarmaida, telah terpenuhi.

Terpenuhinya dakwaan primer, maka Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak sanggup membayarnya, maka diganti dengan kurungan penjara selama tiga bulan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejari Mimika, Habibie Anwar menuntut terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama tujuh tahun dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan penjara.

Hakim menilai perilaku terdakwa selama sidang bersikap baik maka hukuman minimal lima tahun dipenuhi hakim.

Diterangkan, kasus ini bermula saat Indra Samiko mengelabui korban berinisial T (12) dengan tipu muslihat agar dapat menyetubuhi korban di sebuah rumah kosong di Jalan Hasanuddin pada Minggu, 23 Agustus 2020 lalu, sekitar jam 01.00 WIT dini hari. Dalam dakwaan, disebutkan terdakwa menyetubuhi korban sebanyak dua kali dalam semalam tersebut.

Usai menyetubuhi korban. terdakwa mengantar korban pulang ke rumahnya. Saat mengantar korban pulang, Indra sempat melihat ada kakak korban, sehingga Indra pun melarikan diri.

“Padahal sebelumnya terdakwa menyatakan sayang kepada korban dan akan bertanggungjawab atas kejadian itu. Terdakwa juga menyatakan tidak akan melarikan diri,” ungkap Sarmaida.

Perkara ini sempat dimediasi oleh salah satu kerukunan di Timika usai korban menemukan bercak darah di sekitar kemaluannya dan merasa demam setelah bersetubuh. Tetapi dalam mediasi, keluarga korban memilih memprosesnya ke jalur hukum.

 

Reporter: Yonri
Editor: Mish
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Klemen Tinal dalam Kenangan
Klemen Tinal dalam Kenangan
Baca Juga