Pembatalan Salat Idul Fitri, Umat Muslim di Mimika Diminta Bersabar

Ketua MUI Mimika: Sikapi Tahun Baru dengan Muhasabah Diri
Ustad Amin Ar, S.Ag

TIMIKA | Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Ustad Amin Ar, S.Ag meminta umat muslim setempat bersabar. Permintaan ini sehubungan dengan dibatalkannya pelaksanaan Salat Idul Fitri 1441 H/2020 M.

“Saya minta umat muslim lebih bersabar dan lebih meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT,” kata Ustad Amin saat dihubungi seputarpapua.com melalui sambungan teleponnya, Rabu (20/5) malam.

Kata dia, dua hari yang lalu ormas Islam, mulai MUI Mimika, DMI, PHBI, PC Nahdatul Ulama, PC Muhammadiyah, dan ICMI menyurat kepada Bupati Mimika agar mengijinkan umar muslim bisa melaksanakan Salat Idul Fitri di lapangan dan masjid.

Bupati Mimika dan Tim Gugus Tugas Covid-19 bersama ormas Islam, pada Senin (18/5) kemudian melakukan rapat di Hotel Grand Mozza.

“Hasil rapatnya, Bupati Mimika mengijinkan pelaksanaan Salat Idul Fitri di lapangan eks Pasar Lama selama dua jam. Ini merupakan usaha dari ormas Islam Mimika untuk menjawab aspirasi dari umat muslim,” katanya.

Namun, dihari ini, Rabu (20/5) Bupati mengeluarkan surat terkait pelaksanaan Salat Idul Fitri 1441 H yang ditujukan kepada Ketua MUI Mimika.

IKLAN-TENGAH-berita

Dimana isi surat tersebut intinya, adanya perubahan ijin dari yang mengijinkan menjadi tidak. Kemudian mengimbau Salat Idul Fitri tetap dilakukan, tetapi di rumah masing-masing.

“Pembatalan pelaksanaan Salat Idul Fitri di Mimika ini, berdasarkan intruksi Presiden RI, Gubernur Papua, dan Fatwa MUI. Dimana, meminta Salat Idul Fitri dilaksanakan di rumah masing-masing,” terangnya.

Prev1 of 3

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar