Pemda Mimika Diminta Relokasi Anggaran Penuhi Kebutuhan Warga Dampak Covid-19

PANTAU | Ketua Komisi A DPRD Mimika Daud Bunga saat melakukan pemantauan harga sembako di lapangan. (Foto: Ist/SP)
PANTAU | Ketua Komisi A DPRD Mimika Daud Bunga saat melakukan pemantauan harga sembako di lapangan. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Ketua Komisi A DPRD Mimika, Daud Bunga meminta peemerintah daerah mengalihkn APBD dari kegiatan kurang prioritas untuk pemunuhan kebutuhan hidup masyarakat dengan standar ekonomi pas-pasan.

“Kami apresiasi langkah Bapak Bupati Eltinus Omaleng dan jajarannya dalam pencegahan Covid-19. Namun disisi lain harus cari solusi bagaimana bisa memenuhi kebutuhan hidup warga masyarakat yang punya standar ekonomi pas pasan,” kata Daud Bunga melalui pesan singkatnya kepada Seputarpapua.com Rabu (8/4) pagi.

Per tanggal 26 Maret lalu kebijakan distancing sosial dan pembatasan akitivitas masyarakat mulai diberlakukan di Mimikaz yakni mulai pukul 06.00 WIT hingga 14.00 WIT.

Kebijakan ini menurut Daud baik untuk pencegahan penyebaran Covid-19, namun tentu akan berdampak pada warga yang menggantungkan hidup dari pendapatan harian.

Untuk itu, ia berharap eksekutif dan legislatif memikirkan untuk relokasi anggaran akibat dampak dari kondisi saat ini.

Apalagi pemerintah pusat telah memberikan sinyal tentang langkah dan sudah ada payung hukumnya, dalam rangka relokasi anggaran yang diprioitaskan untuk mengatasi wabah Coivd-19 ditanah air, termasuk di Mimika.

“Payung hukum yang dimaksudkan adalah Inpres No.4 Tahun 2020 dan Intruksi Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2020. Karenanya, saya minta eksekutif dan legislatif mengambil langkah dan kebijakan, mengimplementasikan kebijakan refocusing dan relokasi anggaran,” ujarnya.

Daud mengatakan, relokasi anggaran yang terdapat di dalam APBD 2020 adalah pos umum yang kurang menjadi prioritas,serta belanja barang dan belanja modal yang tidak mendesak.

Adapun anggaran yang dapat direlokasikan, yaitu kegiatan yang secara umum kurang prioritas serta belanja barang dan modal, yang tidak mendesak dan ada perikatan dengan pihak ketiga.

“Relokasi ini penting, karena menyangkut hajat hidup masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Terlebih bagi masyarakat yang mengandalkan pendapatan harian, tentunya akan mengalami penurunan pendapatan keluarga,” tuturnya.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Misba Latuapo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar