seputarpapua.com

Pemerintah Pusat Beri Sinyal Kuat Perpanjang Otsus Papua 20 Tahun Lagi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
DIALOG - Mendagri Tito Karnavian bersama Kemenkopolhukam Mahfud MD dan Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dalam dialog bersama tokoh masyarakat Papua di Timika, Rabu (22/7) malam. (Foto: Saldi/SP)
DIALOG | Mendagri Tito Karnavian bersama Kemenkopolhukam Mahfud MD dan Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dalam dialog bersama tokoh masyarakat Papua di Timika, Rabu (22/7) malam. (Foto: Saldi/SP)

TIMIKA | Pemerintah Pusat memberikan sinyal kuat perpanjang otonomi khusus (Otsus) Papua yang pada tahun 2021 akan berakhir.

Kemungkinan, otsus Papua akan berlanjut hingga 20 tahun ke depan.

Hal tersebut terungkap dalam dialog Menkopolhukam Mahfud MD bersama Mendagri Tito Karnavian, dan Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dengan para tokoh masyarakat Papua di Timika, Papua, Rabu (22/7) malam.

Dalam dialog itu, Mendagri Tito Karnavian menjawab pertanyaan dari tokoh masyarakat Kamoro sekaligus anggota DPRD Mimika, Nurman S. Karupukaro, terkait nasib otsus setelah 2021.

Tito menerangkan, pemberian otsus kepada Papua berdasarkan Undang-undang nomor 21 tahun 2001 yang mana di dalamnya terdapat kekhususan untuk Papua dan Papua Barat, salah satunya mengenai anggaran.

Anggaran Papua untuk mempercepat pembangunan mendapatkan 2 persen dari dana alokasi umum (DAU) nasional. Menurut Tito angka tersebut cukup besar.

Tito mencontohkan di tahun 2020 anggaran Papua lebih dari 15 triliun, 8 triliun diantaranya dari dana otsus.

Seiring periode gubernur, dahulunya pembagian dana otsus 40 persen untuk provinsi dan 60 persen untuk kabupaten/kota. Saat ini justru berpihak ke kabupaten/kota dengan perbandingan 20 persen provinsi sedangkan 80 persen untuk kabupaten/kota.

Berita Terkait
Baca Juga