Pemilik Ulayat Tuntut Ganti Rugi Tanah Bandara Mopah Rp226 Miliar

TUNTUT | Simson dan sejumlah warga saat menuntut ganti rugi hak ulayat Bandara Mopah, Merauke
TUNTUT | Simson dan sejumlah warga saat menuntut ganti rugi hak ulayat Bandara Mopah, Merauke

MERAUKE | Warga pemilik tanah ulayat menuntut pemerintah pusat untuk mengganti rugi tanah Bandar Udara Mopah, Kabupaten Merauke, Papua sebesar Rp226 miliar.

Simson Tiorta Mahuze, warga yang mengklaim sebagai pemilik sebagian lahan di bandara setempat meminta agar Presiden Joko Widodo bertanggung jawab akan masalahnya itu.

“Tanah saya diklaim pemerintah dan digunakan sejak 1985 hingga hari ini belum ada ganti rugi,” kata Simson, Senin (18/4/2022).

Simson mengaku bahwa ia belum pernah menerima uang sepeser pun uang pembebasan lahan Bandara Mopah dari pemerintah. Tanah miliknya seluas 12,59 hektar dari total keseluruhan luas bandara tersebut.

“Presiden Jokowi harus membayar kepada saya selaku pemilik ulayat. Luas tanah saya 12,59 hektar. Tuntutan saya 1,8 juta per meter, jadi totalnya 226 miliar,” sebut dia.

Untuk diketahui, Pemda Merauke dan Pemerintah Pusat telah beberapa kali memberikan ganti rugi tanah Bandara Mopah. Keseluruhan lahan Bandara Mopah seluas 229,53 hektar.

Kementerian Perhubungan membebaskan pada tahap pertama 8 Agustus 2005, seluas 2,564 hektar dengan nilai Rp1 miliar. Tahap kedua 6 Juni 2006, luas tanah 7,589 hektar dengan nilai Rp2,9 miliar.

Pemda Merauke melakukan pembebasan tahap pertama 11 Oktober 2008 dengan luas 129,9 hektar senilai Rp50,63 miliar. Tahap kedua 18 Agustus 2010, luas tanah 12,50 hektar senilai Rp4,8 miliar. Tahap ketiga, 28 Desember 2012 tanah seluas 17 hektar senilai Rp13,9 miliar lebih.

Lahan yang dibebaskan oleh pemda setempat seluas 159,4 hektar dengan biaya Rp69.454.985.000. Oleh Kementerian Perhubungan seluas 10,153 hektar dengan nilai Rp3.960.015.000.

reporter : Emanuel
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.