Pemkab Dogiyai Kirim 36 Pemuda ikut Pelatihan Ketrampilan

Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa
Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa

MOWANEMANI | Pemerintah Kabupaten Doiyai terus berkomitmen memberikan perhatian serius menciptakan tenaga kerja terlatih di wilayah itu.

Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan Pemkab Digiyai melalui
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggelar pelatihan pembuatan meubeler, bangunan dan otomotif.

Dilansir Suarapapua.com, Senin (26/11) Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa mengatakan, pelatihan ketrampilan bagi puluhan warganya itu merupakan salah satu program prioritas selama kepemimpinannya.

“Menciptakan tenaga kerja yang terlatih, terampil dan produktif di segala bidang merupakan salah satu program prioritas kami. Makanya kami melakukan kegiatan pelatihan keterampilan kerja bagi orang asli Kabupaten Dogiyai secara rutin setiap tahun, termasuk tahun ini,” jelasnya.

Bupati Dogiyai yakin dengan rutin memprioritaskan program pelatihan sedikit demi sedikit orang asli Kabupaten Dogiyai menjadi orang-orang produktif dalam berwirausaha secara mandiri.

“Saya tidak mau orang Mee di Kabupaten Dogiyai menjadi orang-orang yang tidak berdaya. Saya mau mereka menjadi orang-orang produktif yang mampu hidup dengan kemampuannya sendiri,” kata Bupati yang rajin mengampanyekan perlunya budaya kerja.

IKLAN-TENGAH-berita

Diakuinya, modal usaha merupakan satu kendala besar meski mendapatkan pelatihan.

Untuk itu, Pemkab Dogiyai menurut Dumupa, akan memberikan modal usaha kepada para peserta pelatihan tenaga kerja. Selain modal usaha, termasuk alat kerja, selanjutnya akan dibina secara terus-menerus supaya mereka bisa produktif dan selanjutnya tempat usahanya bisa menyerap tenaga kerja baru.

“Yang jelas kami akan terus mendukung mereka sampai mereka menjadi pengusaha yang mandiri. Maka selanjutnya kami akan membekali mereka dengan modal usaha,” ujar Bupati Dogiyai.

Sebelumnya, Aser Bawotong, kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dogiyai, mengatakan, pihaknya membekali para pemuda dengan keahlian tertentu seperti dilakukan tahun ini dengan mengirim 36 orang pemuda asli Dogiyai mengikuti pelatihan di bidang kontruksi, otomotif, dan meubeler.

“Upaya Pemkab Dogiyai ini harus dimanfaatkan dengan baik agar setelah mengikut pelatihan dapat diterapkan dengan membuka tempat usaha sebagai sumber pendapatan sehari-hari,” kata Aser saat acara pelepasan di Mowanemani, Selasa (13/10) lalu.

Pada tahun anggaran 2020 ini, 36 pemuda asli Dogiyai dikirim ke Nabire untuk mengikuti pelatihan selama satu bulan. Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dogiyai menggandeng CV Jepara Indah 2 Nabire sebagai instruktur.

“Bidang otomotif diikuti 13 orang, bidang meubeler 11 orang, dan 12 orang lainnya di bidang bangunan atau konstruksi. Kegiatan pelatihannya dipusatkan di CV Jepara Indah 2 Nabire,” jelasnya.

Usai mengikuti pelatihan di Nabire, kata Aser, selanjutnya pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpinnya akan memberikan alat kerja.

“Nanti kami kasih alat kerja supaya mereka kembangkan usahanya,” imbuhnya.

 

Editor: Misba

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar