Pemkab Mimika Kembali Datangkan Dokter dari Jayapura Obati ODGJ

PENGOBATAN | Suasana pengobatan yang digelar oleh Dinsos di Panti Rehabilitasi Eme Neme Yauware, Kamis (16/6/2022). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
PENGOBATAN | Suasana pengobatan yang digelar oleh Dinsos di Panti Rehabilitasi Eme Neme Yauware, Kamis (16/6/2022). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial datangkan dokter dari Jayapura untuk mengobati Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan Pembekalan Kesehatan.

Pengobatan dilaksanakan di Aula Panti Rehabilitasi Eme Neme Yauware Kilo 7, Kamis (16/6/2022).

Dinsos mendatangkan Dokter dari Rumah Sakit Jiwa Abepura, yakni Dokter Psikiater, dr.Izak Samay, M.Kes. Sp.KJ bersama tim.

Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Paulus Saile mengatakan target pengobatan yaitu 32 ODGJ namun bisa jadi lebih.

“Karena ODGJ di Kabupaten Mimika ini sekitar 45 orang termasuk yang sudah didata kemarin, ada juga yang dinyatakan sembuh,” katanyaa.

Kata Paulus, pengobatan ini dilakukan untuk kedua kalinya setelah dilaksanakan tahun lalu.

“Kita bekerjasama dengan Dinas Kesehatan sehingga nantinya dokter dari Jayapura pulang, bisa juga ditangani dengan tim medis lainnya. Juga para tim relawan yang kita berikan pelatihan agar bisa membantu,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten III Setda Kabupaten Mimika, Hendritte Tandiono saat membacakan sambutan Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan pihaknya memberikan apresiasi atas kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh Dinsos.

“Kesehatan bagi kita sangat penting, apalagi mereka yang membutuhkan, saya berharap kegiatan ini tidak hanya satu kali saja namun kegiatan yang lebih mengutamakan mereka yang membutuhkan,” katanya.

Pemkab kata dia, setiap tahun memberikan anggaran, ia berharap agar kedepannya bisa ada kerjasama dengan distrik-distrik.

“Supaya bisa sama-sama rangkul, mereka (ODGJ) membutuhkan kita sehingga jajaran pemerintah bisa memberikan perhatian sehingga bisa sama-sama menangani,” katanya.

Kata dia Dinsos harus memberikan dan menciptakan kegiatan yang bermanfaat sesuai kebutuhan masyarakat seperti ODGJ.

“Diharapkan para relawan, para medis, dan Dinsos dapat menyampaikan program ini dengan baik, sehingga nantinya mereka (ODGJ) juga bisa ditampung di gedung-gedung (panti rehabilitasi) yang sudah tersedia,” pungkasnya.

Dokter Psikiater Rumah Sakit Jiwa Abepura, dr.Izak Samay, M.Kes. Sp.KJ mengatakan ini bukan kegiatan biasa.

“Banyak sekali kegiatan yang kadang-kadang mubazir, saya sebagai dokter tapi saya membutuhkan perangkat lainnya, membangun pelayanan ini pemerhati ODGJ itu tidak semerta-merta Dinsos punya tanggung jawab namun lintas sektor harus sama-sama duduk,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini banyak sekali penyebab orang mengalami sakit jiwa, di Papua ganja, lem aibon juga menjadi pemicunya.

“Semoga semua pihak bisa membantu kami para dokter untuk menangani ODGJ,” pungkasnya.

 

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.