Pemkab Mimika Siapkan Strategi Lindungi Masyarakat Adat dari Wabah Covid-19

Reynold Ubra (Foto: Sevianto/SP)
Reynold Ubra (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, menyiapkan strategi dan perlindungan khusus bagi masyarakat adat setempat bilamana virus corona Covid-19 ikut mewabah di daerah itu.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Mimika Reynold Ubra mengatakan, opsi perlindungan akan diberlakukan apabila angka pasien dalam pengawasan (PDP) cukup tinggi.

“Kalau misalnya jumlah PDP sangat tinggi yang kemudian membuat masyarakat takut untuk keluar, strategi ini akan dilakukan,” kata Reynold di Timika, Minggu (23/3) lalu.

Sesuai arahan Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Wakilnya Johannes Rettob, katanya, perlindungan tersebut khususnya terhadap masyarakat adat Amungme dan Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya.

“Benar apa yang dikatakan bupati dan wakil bupati bahwa masyarakat pendatang lebih mudah untuk mengakses informasi. Tapi bagaimana dengan masyarakat di kampung,” kata dia.

Di samping itu, wabah virus penyakit akan jauh lebih sulit ditangani apabila sampai masuk ke kampung-kampung, atau wilayah terpencil yang sulit diakses.

Di seluruh dunia, masyarakat adat yang hidup secara komunal, dengan interaksi sosial sangat erat, selalu mengalami efek pandemik yang jauh lebih buruk dari pada masyarakat biasa.

Untuk itu, Bupati Mimika sangat konsen bagaimana membatasi penduduk yang akan datang dari kampung ke kota. Sementara penduduk yang di kota tetap akan ditertibkan tanpa mengurangi nilai-nilai kearifan lokal.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar