Pemkab Mimika Target Air Bersih untuk Warga di 2024, Freeport: Kami Sudah Siap

Konferensi pers usai diseminasi hasil riskesdas di Hotel Horison Diana Timika. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
Konferensi pers usai diseminasi hasil riskesdas di Hotel Horison Diana Timika. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menargetkan masyarakat sudah bisa menikmati air bersih di tahun 2024 mendatang.

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob menjelaskan, menikmati air bersih merupakan harapan bersama semua pihak, paling tidak diutamakan untuk warga di Kota Timika dan sekitarnya.

“Sebenarnya paling tidak itu kita tinggal on kan saja air sudah mengalir,” kata John sapaan karibnya dalam konferensi pers usai diseminasi hasil Riskesdas Dinas Kesehatan bersama PT Freeport Indonesia di Hotel Horsion Diana, Jumat (30/9/2022).

Menurut John, saat ini yang belum dibuat ialah infrastruktur jaringan pipa air untuk masuk sampai ke rumah-rumah warga.

“Freeport sendiri sudah selesai tinggal on, jaringan kita yang kurang,” ungkap John.

Meski demikian, kata John, saat ini tengah disiapkan bagaimana jaringan pipa air tersebut bisa dipenuhi untuk masuk ke rumah warga, terutama perumahan yang padat penduduk.

Karena selama ini untuk kebutuhan air bersih, masyarakat sangat tergantung pada sumur bor, air isi ulang dan juga air mineral.

“Kita usahakan, mudah-mudahan 2024 kita sudah bisa nikmati air bersih ini. Ini yang makanya saya terus tekan kepada Dinas PU sebagai penanggungjawab air bersih,” pungkas John.

*Freeport Klaim Sudah Siap*

Vice President Community Development, PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma menyatakan kesiapan Feeport dalam program air bersih, dan telah dibuat kesepakatannya bersama Pemkab Mimika.

Kerjasama Pemkab dengan Freeport ini untuk penyediaan air bersih, dimana Pemkab memberi tanggungjawab kepada Freeport untuk membangun _ater processing plant_ (Water Treatment Plant) atau instalasi pengolahan air.

WTP ini kata Claus sudah selesai dibuat di Kuala Kencana.  “Dan sejak 2019 itu tinggal kasih on terus air jalan,” kata Claus.

Ia mengatakan, WTP ini sudah siap dengan kapasitas yang termasuk sangat besar, yaitu 200 liter per detik.

“Dan kalau ini berhasil, teman-teman, adik-adik, bapak dan mama-mama yang ada di Timika akan minum air yang sama dengan air yang saya minum di Kuala Kencana,” ungkap Claus.

Menikmati air bersih ini merupakan kerinduan semua pihak, karena jika dikaitkan dengan hasil riset kesehatan di Mimika, air bersih menjadi ibu dari semua masalah kesehatan.

Tetapi, kata Claus, yang penting adalah tidak lagi menghilangkan kesempatan bertahun-tahun untuk memulai program ini.

“Kalau kita bisa selesaikan ini, kita bisa kurangin 30 sampai 40 persen mengenai isu kesehatan,” pungkas Claus.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Anya Fatma
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.