Pemkab Mimika Terus Upayakan Warga Banti dan Opitawak Kembali ke Kampung Halaman

Johannes Rettob
Johannes Rettob

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua terus berupaya agar bisa mengembalikan masyarakat Kampung Banti yang sebelumnya dievakuasi ke Kota Timika untuk kembali ke kampung halaman di Distrik Tembagapura.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, persoalan ini telah menjadi persoalan nasional, sehingga menjadi atensi pemerintah.

Pemkab Mimika sendiri telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan TNI/Polri dan PT Freeport Indonesia terkait persoalan ini, namun karena kondisi keamanan, pemulangan warga banti urung dilakukan.

Untuk mengurusi persoalan pengungsi warga dari Kampung Banti, Pemkab Mimika telah membentuk tim khusus, namun karena Covid-19, tim ini tidak dapat bekerja maksimal.

Meski demikian kata John sapaan akrab Johannes Rettob, tim tersebut belum dibubarkan.

“Karena adanya pandemi ini langkah dari tim terkendala dan terkesan terkatung-katung. Tapi tim masih ada dan belum dibubarkan,” kata Wabup di bilangan Jalan Cenderawasih, Selasa (24/11).

IKLAN-TENGAH-berita

Ia menuturkan, telah mengunjungi masyarakat Banti di dua tempat, yakni di Jalan Jeruk (SP2), tempat masyarakat Kampung Opitawak serta di Jalan C. Heatubun (Jalan baru) tempat masyarakat Banti II.

Ia mengaku prihatin melihat kondisi masyarakat karena hidup dalam keterbatasan dan mereka meminta agar bisa dipulangkan ke Kampung halamannya.

“Masyarakat ini merasa tinggal di Kota Timika bukan di daerah mereka. Serta tidak bisa berbuat apa-apa, baik berkebun, beternak, dan lainnya. Kami sudah jelaskan kondisi di kampung tidak aman tapi mereka bersikeras untuk pulang,” katanya.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar