Pemkab Mimika Tetapkan Harga Isi Ulang Air Pergalon Rp6 Ribu, Aspada: Kami Belum Sepakat

Ketua Aspada, Husein
Ketua Aspada, Husein

TIMIKA | Ketua Asosiasi Pengusaha Depot Air Minum (Aspada) Husein, mengatakan pihaknya belum sepakat penetapan harga isi ulang air pergalon dari Rp7 ribu turun Rp6 ribu yang ditetapkan Pemkab Mimika.

Menurut Husein, pihaknya sama sekali tidak ingin melawan pemerintah. Bahkan mereka ingin membantu pemerintah daerah menyediakan air yang layak untuk dikonsumsi warga.

Namun, dengan harga yang ditetapkan pemerintah tidak sebanding dengan biaya operasional, dimana saat ini harga BBM juga mengalami kenaikan.

Apabila pengusaha depot memutuskan menghentikan penjualan, maka tentu akan berdampak pada kehidupan warga sehari-sehari.

“Kasihan juga pelanggan yang tidak dapat melakukan pembelian secara langsung ke depot, mau minum dan masak pakai air apa? Mengingat selama ini pengguna air di Timika kebanyakan menggunakan jasa pengantaran dari depot-depot,” kata Husein kepada Seputarpapua.com, Selasa (18/10/2022).

Menurut Husein, aturan Kepmenperindag Nomor 651/MPP/Kep/10/2004 yang menjadikan dasar dari Disperindag Mimika menurunkan harga isi ulang air galon.

Padahal, dalam aturan tersebut hanya mengatur persyaratan teknis depot air minum isi ulang dan teknis perdagangannya.

“Artinya bahwa inti dari Kepmenperindag 651 ini hanya mengatur bagaimana agar air yang dijual itu tetap layak dan higienis sampai ke pembeli bukan penetapan harga jual,” kata Husein.

Sehingga, Husein mengatakan pengusaha depot air minum mempunyai kewenangan penuh menentukan harga jual air sendiri.

Hal ini mengingat pengusaha depot air minum di Timika adalah murni usaha mandiri atau perorangan yang tergolong dalam usaha Mikro (UMKM) dan sifatnya independen dan profit oriented yang taat aturan.

“Ini bukan usaha kelompok atau bantuan dari mana pun. Air yang kami kelola juga bukan dari PDAM, tapi kami beli dari pengusaha tangki air,” ungkap Husein.

Husein menyangkan sikap Disperindag yang turun ke depot-depot bukannya melakukan pembinaan, namun justru menanyakan hal yang bukan tupoksinya.

Padahal, jika menemukan depot yang melanggar aturan seharusnya Disperindag melakukan pembinaan dengan memberikan edukasi hingga pada depot tersebut berjalan sesuai aturan.

“Kami sesalkan saat tim dari Disperindag turun lapangan mendadak bukannya pembinaan tapi sampai menanyakan sesuatu hal yang bukan tupoksinya. Contohnya mereka (Disperindag) menanyakan untuk apa masuk Aspada, apa yang Aspada berikan ke depot, dan lain sebagainya,” ungkap Husein.

Menurut Husein,  Aspada selalu berjalan sesuai dengan aturan dan selalu berkomunikasi dan bergandengan dengan pemerintah.

“Kami bukanlah pengusaha yang suka cari masalah, apalagi dengan pemerintah daerah. Tapi kami adalah pengusaha yang notabene sama dengan pengusaha lain, rakyat biasa yang juga cari makan,” ujar Husein.

Husein menambahkan, Aspada adalah asosiasi yang berbadan hukum dengan tujuan untuk memfasilitasi dan mengakomodir segala kebutuhan pengusaha juga pelanggan, dan kewajiban pengusaha terhadap Pemkab Mimika.

Aspada juga memiliki fungsi lain sebagai bentuk pengawasan langsung depot-depot di lapangan.

Untuk itu, Husein menegaskan harga Rp10 ribu adalah harga yang telah disepakati  pengusaha depot air minum dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT), 29 September 2022 lalu.

Harga Rp10 ribu yang disepakati Aspada dinilai wajar sebagai bagian dari biaya jasa dan service untuk pelayanan air minum sampai ke pelanggan.

Sedangkan untuk harga Rp7 ribu, jika pelanggan membelinya langsung dari depot.

“Harga itu adalah harga yang sudah sangat win win solusi dengan pertimbangan menghemat biaya kurir. Harga penyesuaian ini adalah dampak kenaikan harga BBM, Sparepart dan barang komuditas lainnya,” tutur Husein.

Sementara itu, terkait pemerintah saat ini  menyiapkan Peraturan Bupati terkait harga air isi ulang yang ditetapkan Rp6 ribu, Husein mengaku pihaknya belum bisa memberikan tanggapan langkah apa yang akan dilakukan jika nantinya resmi pemerintah menerbitkan Perbup.

“Kalau masalah itu (Perbup), kami dari pengurus no comen saja dulu,” pungkas Husein.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menetapkan harga air per galon sebesar Rp6 ribu.

Penetapan harga ini berdasarkan hasil rapat yang digelar oleh Pemkab Mimika yakni pihak Disperindag dan OPD terkait bersama dengan Asosiasi Pengusaha Depot Air (Aspada) untuk membahas mengenai harga air galon di Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (17/10/2022).

Dalam rapat tersebut pihak Aspada memaparkan rincian biaya, Diperindag juga memaparkan rincian, namun tak hanya itu, pihak Pemkab juga menghadirkan pihak independen yakni Akademisi dari STIE Jembatan Bulan untuk menghitung rincian biaya.

penulis : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.