Pemkab Mimika Turunkan Bantuan Korban Banjir Rob dan Angin Kencang di Amar dan Atuka

RUSAK | Air naik disertai angin kencang dan gelombang menerjang sejumlah wilayah pesisir Mimika, Papua, dan menyebabkan sejumlah rumah milik warga rusak parah. (Foto: Ist/Seputarpapua)
RUSAK | Air naik disertai angin kencang dan gelombang menerjang sejumlah wilayah pesisir Mimika, Papua, dan menyebabkan sejumlah rumah milik warga rusak parah. (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua menurunkan bantuan untuk korban banjir rob di Distrik Amar dan Kampung Atuka di Distrik Mimika Tengah.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, angin kencang dan banjir terjadi pada 5 Januari 2022 sekitar pukul 03.00 dini hari di Distrik Amar.

Setidaknya ada empat rumah yang mengalami kerusakan. Dimana empat rumah tersebut dihuni oleh 16 kepala keluarga.

“Satu rumah itu ternyata ada 4 KK, untuk jumlah jiwa sementara masih didata oleh Dinsos,” kata Johannes Rettob kepada jurnalis Seputarpapua.com melalui telepon, Jumat (7/1/2022).

Dikatakan, semua harta benda termasuk salah satu kios milik warga juga hancur oleh bencana banjir dan angin kencang.

Saat ini warga setempat membutuhkan bahan makanan, pakaian dan tentu perbaikan rumahnya.

“Sekarang mereka sudah mengungsi ke ibu kota distrik dan mereka aman,” katanya.

Sementara untuk di Kampung Atuka, jumlah kerusakan sekitar lebih dari 20 rumah yang berada di RT 1 dan RT 2.

“Kerusakan lebih banyak dan jumlah korban jauh lebih banyak tapi masih didata,” tutur John.

Wabup mengungkapkan, pada Kamis malam tim Baznas sudah turun ke kedua daerah tersebut untuk memberi bantuan secara langsung dan melihat kondisi disana.

Lebih lanjut, John mengaku telah berkoordinasi dengan Kementererian Sosial dan mendapatkan bantuan beras 3 ton yang akan didistribusi ke kedua daerah.

“Rencananya tim Dinsos melalui tagana hari ini sore atau besok pagi sudah bawa 1,5 ton ke Amar dan 1,5 ton ke Atuka,” katanya.

Pihaknya juga sudah meminta masing-masing kepala distrik untuk memberikan laporan resmi jumlah jiwa dan kerusakan secara material.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini tidak menyiapkan dana untuk bencana seperti yang terjadi. Menurutnya kejadian ini menjadi pelajaran kepada pemerintah agar kedepan harus ada dana simpan apabila terjadi bencana.

“Kedepan pemerintah kabupaten harus tetap menyiapkan anggaran dana save untuk apabila ada bencana bisa dipakai,” tambahnya.

 

reporter : Anya Fatma

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.