Pemkab Puncak Salurkan BLT untuk Dua Distrik Perlintasan KSB

FOTO BERSAMA - Bupati Puncak Willem Wandik bersama rombongan berfoto bersama usai membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga di Distrik Agandugume dan Distrik Bina. (Foto: Diskominfo Kabupaten Puncak)
FOTO BERSAMA | Bupati Puncak Willem Wandik bersama rombongan berfoto bersama usai membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga di Distrik Agandugume dan Distrik Bina. Foto: Diskominfo Kabupaten Puncak.

JAYAPURA | Sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada warga yang terdampak pembatasan sosial akibat Covid-19, Bupati Puncak Willem Wandik menyambangi warganya di Distrik Agandugume dan Distrik Bina untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Distrik Agandugume dan Distrik Bina dikenal sebagai daerah rawan karena menjadi pelintasan Kelompok Sipil Besenjata (KSB) yang ada di Kabupaten Puncak, Papua.

Karena kondisi keamanan di dua daerah tersebut, maka rombongan yang datang juga dibatasi.

Hanya Bupati Puncak, Willem Wandik bersama Ketua DPRD, Kepala Bappeda serta beberapa petugas Bank Papua dan petugas Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Puncak yang masuk.

Meski rombongan yang datang dibatasi, namun kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Puncak ini disambut meriah oleh warga dengan tarian perang khas setempat dalam suasana yang aman dan penuh kebahagiaan.

Dalam penyaluran BLT tersebut, Distrik Bina mendapatkan dana sebesar Rp10.600.000.000,- untuk 23 kampung.

IKLAN-TENGAH-berita

Sementara Distrik Agandugume mendapat dana sebesar Rp4.000.000.000,- untuk 14 kampung.

Bupati Puncak Willem Wandik mengatakan, kedatangannya ke daerah tersebut demi misi kemanusiaan mewakili pemerintah pusat, dalam hal ini presiden untuk menyerahkan dana bantuan BLT dampak sosial Covid-19.

“Kedatangan saya ini mewakili pemerintah pusat sebagai bukti bahwa negara hadir bagi warganya dimanapun berada tanpa membedakan suku, ras dan agama,” katanya dalam keterngan tertulis yang diterima Seputarpapua.com, Senin (3/8) siang.

Dikatakan, meski Kabupaten Puncak masih berada dalam zona hijau, namun masyarakatnya juga terdampak virus corona sehingga pemerintah hadir untuk meringankan beban warganya.

“Semua warga kena dampak virus corona, oleh karena itu sebagai perwakilan dari pemerintah pusat, maka saya harus turun untuk menyerahkan BLT ini langsung kepada rakyat, sehingga bisa membantu dalam memenuhi kebutuhan dalam keluarga masing-masing,” jelasnya.

Bupati mengungkapkan, dalam pembagian BLT kepada warga di dua distrik tersebut, dirinya juga sempat bertemu dengan KSB dan berdialog dengan mereka.

Dalam pertemuan singkat tersebut, KSB meminta agar pemerintah fokus melakukan pembangunan di kedua distrik tersebut seperti fasilitas pendidikan, bandara dan beberapa kebutuhan lainnya.

“Saya sempat ketemu dengan mereka (kelompok bersenjata) dan mereka menyampaikan sejumlah aspirasi seperti meminta untuk dibangun fasilitas pendidikan, kesehatan, bandara, dan fasilitas lainnya. Dan mereka berjanji akan mengawal proses pembangunan yang akan dilakukan,” ujarnya.

“Bagi saya mereka juga bagian dari saudara kita yang hanya berbeda pendapat, tapi intinya mereka juga mengingkan pembangunan, oleh karena itu kita akan upayakan untuk mewujudkan itu agar mereka bisa merasakan bahwa negara hadir disana,” sambungnya.

Bupati mengaku, Pemerintah Kabupaten Puncak sudah mulai membangun sejumlah fasilitas seperti sekolah dan lapangan terbang di kedua distrik tersebut, namun proses pembangunan belum selesai karena terkendala tenaga dan biaya angkut logistik.

“Kerinduan kita sangat besar untuk membangun dengan cepat, namun kita harus tahu bahwa keterbatasan tenaga dan biaya terutama biaya angkotan logistik membuat pembangunan belum selesai. Tetapi saya selalu katakan bahwa pemerintah selalu ada, pemerintah tidak lari, pelan tapi pasti kita akan bangu,” ujarnya.

Selain Distrik Agandugume dan Distrik Bina, Bupati Puncak Willem Wandik didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Puncak, Ny.Elpina Kogoya Wandik juga membagikan BLT kepada warga di Distrik Doufo dan Dorvos.

Dua Disrik yang berada di dataran rendah sungai Memberamo itu mendapat BLT sebesar Rp6.000.000.000,- lebih.

 

Reporter: Fnd
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar