Pemkot Jayapura Tutup Akses Pelabuhan Selama Agustus

RAPAT | Pemerintah Kota Jayapura menggelar rapat evaluasi penanganan Covid-19, Senin (2/8/2021). (Foto: Adi/ Seputarpapua)
RAPAT | Pemerintah Kota Jayapura menggelar rapat evaluasi penanganan Covid-19, Senin (2/8/2021). (Foto: Adi/ Seputarpapua)

JAYAPURA | Guna menekan laju penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota Jayapura, Papua, menutup akses pintu masuk melalui pelabuhan Jayapura baik jalur lokal maupun Nasional.

Keputusan tersebut disepakati dalam rapat evaluasi penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (2/8/2021).

Rapat diikuti Forkopimda, Pansus Covid-19 DPRD Kota Jayapura dan pimpinan OPD.

“Untuk transportasi lewat pelabuhan
Jayapura, naik kapal untuk arus masuk dari luar Papua dan lokal untuk bulan Agustus dihentikan sementara, hanya kapal barang dan yang membawa sembakau yang diijinkan masuk,” kata Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM).

Dalam rapat evaluasi tersebut, BTM juga mengingatkan tidak ada aksi demo-demo selama masa pandemi.

Sedangkan untuk peribadatan dan proses pembelajaran di bulan Agustus diarahkan untuk dilakukan secara daring.

“Tempat-tempat peribadatan ditutup sementara pada bulan Agustus. Ibadah dilakukan di rumah masing-masing dan juga lewat live streaming. Kemudian, sekolah–sekolah dari SD sampai perguruan tinggi proses pembelajaran lewat daring. Warung makan, rumah makan take away,” ujarnya.

Ditambahkan, sementara untuk akad nikah, pernikahan Kudus dapat dilaksanakan dan dibatasi 30 orang.

“Hanya keluarga dekat. Seminar, rapat-rapat dilaksanakan melalui zoom. Angkutan transportasi dibatasi 50 persen,” jelasnya.

Selain itu Pemkot Jayapura juga akan melakukan pembatasan jam malam bagi aktivitas masyarakat dan juga ekonomi hingga pukul 20.00 WIT.

“Kalau ada instansi BUMN dan BUMD, harus membuat kartu atau surat izin. Seperti dicontohkan Panitia PON XX harus ada kartu dan ditunjukkan kalau ada sweeping,” katanya.

Pemerintah Kota, sambung BTM, akan menyiapkan cadangan isolasi terpusat untuk itu pihaknya akan menyurati asrama haji, supaya semua pasien yang isolasi mandiri akan masukan agar tidak ada lagi isoma di rumah.

Advertisements

Lebih jauh dikatakan, Pemerintah Kota akan membuka Posko PPKM level IV di beberapa titik di wilayah Kota Jayapura, dan juga akan didukung dengan anggaran.

“Kita lakukan PPKM Mikro di tiap-tiap kelurahan di wilayah Kota Jayapura, Pemkot Jayapura juga akan menyurati PT Telkom tentang masalah komunikasi signal yang akhir-akhir ini terjadi di Kota Jayapura,” ungkapnya.

Sekedar untuk diketahui bersama, berdasarkan data Covid-19 di Kota Jayapura, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat mencapai 1923 orang.

penulis : Adi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan