Pemprov Resmi Menutup Akses Masuk Papua Cegah Covid-19

Gubernur Papua, Lukas Enembe
Gubernur Papua, Lukas Enembe

JAYAPURA | Pemerintah Provinsi Papua resmi menutup akses bandara dan pelabuhan di wilayah itu mulai 26 Maret hingga 9 April 2020.

Hanya bahan kebutuhan pokok dan logistik lainnya yang diijinkan masuk dengan pengawasan ketat. Sementara mobolisasi manusia dari luar Papua sama sekali ditutup.

Keputusan ini diambil setelah melaksanakan rapat bersama para bupati dari 29 kabupaten/kota dan Forkopimda di Gedung Negara, Kota Jayapura, Selasa (24/3).

Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengungkapkan, pembatasan sosial ini bukan lockdown melainkan pembatasan sosial untuk menyelamatkan masyarakat Papua.

“ Kita tidak lockdown, tapi pembatasan sosial. Ada beberapa daerah seperti Lapago, Mepago dan Animha yang kita tutup. Hal ini kita lakukan untuk menyelamatkan masyarakat Papua dari virus ini,” katanya kepada wartawan usai pertemuan bersama bupati dan Forkopimda di Gedung Negara, Kota Jayapura, pada Selasa (24/3) sore.

Sementara untuk daerah lainnya, pemerintah menutup penerbangan penumpang melalui bandara maupun pelabuhan di seluruh Papua.

“ Semua pintu masuk kami tutup. Jadi seluruh penerbangan dan kapal pelni yang membawa penumpang dilarang masuk. Yang boleh masuk hanya pesawat atau kapal yang membawa barang,” tegasnya.

Selama pembatasan sosial ini, pemerintah juga memutuskan untuk menutup sementara gereja, masjid, dan melarang aktivitas keagamaan lainnya selama 14 hari kedepan.

“Seluruh tempat ibadah baik masjid dan gereja di tutup selama 14 hari kedepan. Kepada masyarakat kami imbau untuk sementara bisa beribadah di rumah. Ini adalah kesepakatan bersama FKUB Papua,” ucapnya.

Sementara untuk pasar dan pertokoan, gubernur menyampaikan masih bisa beroperasi namun dilakukan pembatasan jam operasi, yakni 8 jam per hari.

“Aktifitas di pasar, toko, dan tempat-tempat keramaian hanya berlaku delapan jam atau sampai jam 2 siang. Setelah itu ditutup. Begitu juga seluruh tempat hiburan malam di Papua,” ungkapnya.

Selama proses pembatasan sosial ini berlangsung, aparat TNI-Polri akan melakukan patroli untuk menertibkan masyarakat yang masih berkerumun.

“Aparat TNI-Polri akan melakukan patroli untuk menertibkan warga yang masih berkeliaran maupun berkumpul. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona di Papua,” tandasnya.

 

Reporter: Fnd
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar