Pemuda Yahukimo Penjual Pentolan Kini Lanjut Kuliah Usai Membuat Danrem 172 Terkesan

Zakheus Keroman didampingi seorang Babinsa mendaftar kuliah di STAKPN. (Foto: Ist)
Zakheus Keroman didampingi seorang Babinsa mendaftar kuliah di STAKPN. (Foto: Ist)

TIMIKA | Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring membantu Zakheus Keroman (19) melanjutkan pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi di Sentani yakni STAKPN, Kabupaten Jayapura, Papua.

Zakheus Keroman merupakan pemuda Orang Asli Papua (OAP) yang telah membuat Danrem 172/PWY terkesan dengan kegigihanya dalam berjualan cilok demi menggapai cita-citanya.

“Saya penuhi janji untuk membantu ade Zakheus agar dapat kembali kuliah sehingga ia bisa meraih cita-citanya menjadi seorang guru. Saya sudah memerintahkan kepada Koramil 1701-01/Sentani untuk mendampingi ade Zakheus,” kata Danrem di Jayapura, Selasa (26/7/2022).

Bantuan yang diberikan, ujar Danrem, yaitu mendampingi Zakheus mengurus persyaratan masuk di kampus tersebut dan seluruh biaya administrasi dibayarkan.

“Kita bantu mengurus surat keterangan tidak mampu di kantor kelurahan agar adek ini bisa mendapatkan beasiswa sehingga ia tidak perlu lagi memikirkan biaya selama kuliah,” kata Jenderal bintang satu itu.

Danrem juga membantu seluruh biaya administrasi seperti uang pembukaan rekening, biaya ospek dan menanggung biaya semester pertama dikarenakan beasiswa yang akan didapatkan Zakheus masih dalam pengurusan administrasi.

Selain itu, lanjutnya, motor yang selama ini digunakan oleh Zakheus untuk berjualan cilok yang sebelumnya rusak, juga telah diperbaiki.

Danrem berharap dengan adanya bantuan ini, Zakheus dapat lebih bersyukur. “Rasa syukur diwujudkan dengan bersungguh-sungguh dalam belajar, selalu mengembangkan ilmu yang di dapat dan membangun disiplin yang kuat dalam diri sehingga tidak terjerumus dengan hal-hal negatif,” harap Danrem.

Sementara itu, Komandan Koramil 1701-01/Jayapura Mayor Inf Suprapto bersama Babinsanya, pada Selasa mendampingi Naftali sapaan akrab Zakheus Keroman untuk mengurus surat keterangan tidak mampu di kantor Kelurahan Dobonsolo Distrik Sentani.

Kemudian dilanjutkan melaksanakan pendaftaran di kampus STAKPN Sentani dan menyelesaikan seluruh pembayaran administrasi.

Mendapatkan bantuan tersebut, Zakheus menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Danrem 172/PWY.

“Ini adalah bantuan dari Tuhan melalui Danrem 172/PWY kepada saya. Saya ucapkan terima kasih, begitu juga dengan bapak Babinsa yang sudah bantu mengurus berkas-berkas persyaratan hingga saya sudah bisa diterima di Kampus STAKPN Sentani sampai bisa mendapatkan beasiswa,” ucapnya.

“Kesempatan ini tidak akan saya sia-siakan. Saya akan terus berusaha dan belajar dengan giat sampai saya bisa mencapai cita-cita. Saya juga akan terus berjualan cilok sambil berkuliah,” lanjutnya.

Diberitakan Seputarpapua.com sebelumnya Zakhius terlahir dari suku Yahukimo, Papua pada 13 Agustus 2003. Zakhius adalah anak ketiga dari enam bersaudara.

Ia menghabiskan masa SD hingga SMA-nya di Yahukimo dan memilih merantau ke Jayapura untuk melanjutkan pendidikan.

Zakhius sendiri tidak pernah ingat wajah sang ayah, pasalnya sejak kecil ayahnya sudah meninggalkan mereka menghadap sang khalik. Ia hanya bertahan hidup bersama ibunya Metek Doyela hingga dewasa.

Tahun 2020 menjadi sejarah bagi Zakhius karena memilih untuk ke Jayapura dan meninggalkan ibunya demi menggapai cita-citanya. Berbekal hasil bekerja sebagai tukang bangunan di Yahukimo, ia lalu mendaftar Kuliah di STT GIDI namun tidak bertahan lama.

Setelah semester dua dan akan melanjutkan ke semester tiga, Zakhius tak punya pilihan lain selain berhenti kuliah.

“Saya tidak ada biaya jadi keluar dari kuliah, saya tidak lanjutkan lagi padahal saya saat itu senang bisa kuliah,” kata Zakhius kepada Seputarpapua.com, Senin (11/7/2022).

Kali ini, ia memilih mendaftar di Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Sentani karena ia bercita-cita ingin menjadi guru agama.

“Saya sudah bisa kumpul uang, sudah daftar kulian nanti di STAKPN, tapi saya tidak akan berhenti jualan pentolan, karena ini satu-satunya pekerjaan saya untuk bantu saya, jadi saya nanti kuliah sambil jualan pentolan,” jelas Zakhius.

Berkat kerja kerasnya, kini Zakhius sudah bisa melanjutkan kuliahnya kembali.

 

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.