Pemutakhiran Data PBB-P2 Mimika Pakai Google Map Pertama di Papua

APLIKASI - Direktur PT Citracom Inti Persada menunjukkan aplikasi IG-PBB untuk pemutakhiran data. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
APLIKASI | Direktur PT Citracom Inti Persada menunjukkan aplikasi IG-PBB untuk pemutakhiran data. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemutakhiran data pajak bumi dan bangunan – perkotaan dan perdesaan (PBB-P2) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah kini menggunakan layanan google map.

Pemutakhiran data dengan layanan google map ini digunakan dalam aplikasi IG-PBB yang dibuat oleh PT Citracom Inti Persada untuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika.

Direktur PT Citracom Inti Persada, Ristha Flora mengapresiasi Bapenda Mimika yang fokus dalam peningkatan pendapatan daerah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini.

Kemudahan pelayanan tidak hanya diberikan kepada masyarakat, tetapi juga untuk petugas lapangan yang melakukan pemutakhiran data PBB-P2.

“Bapenda ini mereka fokus hadirkan inovasi untuk peningkatan pendapatan,” kata Rista di Kantor Bapenda Mimika, Kamis (3/11/2022).

Rista menjelaskan, kemudahan yang didapatkan dengan menggunakan aplikasi ini ialah bisa mempercepat pembuatan data objek pajak baru dan memutahirkan objek pajak lama.

Selain itu, bisa juga membuat mutasi gabung objek pajak, dan juga pemecahan objek pajak.

“Jadi memang saya akuin Bapenda Mimika ini sangat mensupport dari sisi teknologi untuk peningkatan pendapatan. Untuk pemutakhiran data berbasis teknologi Mimika yang pertama di Papua dan Papua Barat,” katanya.

Dengan aplikasi ini bisa meningkatkan pendapatan dari PBB. Karena dari objek pajak yang ada saat ini misalnya hanya satu NOP, dengan aplikasi ini bisa dilihat jika memang sudah terbagi.

Semua lokasi objek pajak itu bisa dilihat di smartphone yang sudah diunduh aplikasi IG-PBB. Untuk menemukan satu lokasi objek pajak, petugas bisa melihat langsung lokasi di google map melalui aplikasi kemudian menentukan titik koordinat.

Di titik koordinat itu akan muncul objek pajak dan bisa dilihat kondisinya apakah masih sama dengan NOP atau sudah berubah dan harus dipecahkan.

“Kalau dulu satu loaksi hanya satu rumah itu kan hanya satu NOP, jadi ini bisa dilihat kalau sudah ada bangunan baru ya berarti bisa langsung buat pemecahan,” katanya.

Selain aplikasi IG PBB, Bapenda Mimika juga membuat sejumlah aplikasi untuk memudahkan pelayanan baik untuk pembayaran maupun pelayanan.

Saat ini Bapenda juga membuat aplikasi Itax Mimika untuk memudahkan wajib pajak menereima pelayanan tanpa harus datang ke kantor Bapenda Mimika.

“Jadi wajib pajak itu biar mudah dalam pengecekan tunggakan terus melakukan pembayaran juga pelaporan,” pungkasnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Anya Fatma

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.