Penancapan Salib Akhiri Puncak Doa Pemulihan Kebangkitan Mappi

Penancapan salib di depan Gereja Kristus Raja, Keppi, Minggu (25/9/2022). (Foto: Ist)
Penancapan salib di depan Gereja Kristus Raja, Keppi, Minggu (25/9/2022). (Foto: Ist)

TIMIKA | Ribuan orang di Kabupaten Mappi mulai dari masyarakat Kota Kepi, perwakilan dari distrik dan kampung mengikuti puncak kegiatan doa pemulihan dan Kebangkitan Mappi yang dilaksanakan pada hari ketiga, Minggu (25/09/2022).

Doa tersebut dipimpin Pastor John Bunay, Pr. serta didampingi sejumlah Pastor dan Pendeta di Kabupaten Mappi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Jalan Salib mulai dari halaman SMP YPPK Yohanes Paulus Satu Kepi dan finish di Halaman Gereja Katolik Kristus Raja Kepi, dilanjutkan dengan penancapan salib didepan Gereja Kristus Raja Kepi sebagai tanda kebangkitan.

Sebelum penancapan salib, dilakukan doa dari perwakilan delapan tokoh adat di Kabupaten Mappi.

Penjabat Bupati Mappi, Michael Gomar dalam sambutannya diakhir kegiatan menyampaikan terimakasih kepada pimpinan dan anggota DPRD, Forkompimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan seluruh warga masyarakat, organisasi kemasyarakatan, OMK, ikatan cendikiawan, pemuda Katolik, GP Ansor, Banser, RAPI,  masyarakat Muslim, Hindu dan Budha yang ikut terlibat dalam kegiatan ini. 

“Kita bersyukur bahwa pada hari ini telah selesai kegiatan doa pemulihan Mappi dan diakhiri dengan penancapan salib perdamaian, salib pemulihan,” kata Gomar.

“Melalui salib pemulihan ini kita semua telah menyerahkan pergumulan hidup kita agar pemulihan tanah Mappi dapat berjalan dengan baik dan dukungan seluruh masyarakat bisa terjalin dengan baik saling mengasihi, saling menghargai hilangkan semua iri hari rasa curiga, pikiran negatif dan saat malam hari ini saya sampaikan semboyan bahwa Mappi itu adalah Manusia Pilihan,” tambah Gomar.

Ia mengatakan, semua yang hadir dalam kegiatan ini adalah orang orang pilihan Tuhan yang ditempatkan diatas tanah untuk menjadi berkat bagi seluruh umat manusia.

“Kami pemerintah daerah pada prinsipnya tetap melakukan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Kami melakukan keterbukaan komunikasi dan kritikan kepada kami pemerintah sebagai wakil Allah diatas Bumi ini. Sehingga kritikan itu menjadi masukan untuk perubahan kebijakan yang lebih baik dalam pembangunan diatas tanah Mappi. Tanah kita sudah dipulihkan hati dan pikiran kita juga harus dipulihkan,” terangnya.

Sementara itu Pastor John Bunay, Pr. usai kegiatan mengatakan, semoga melalui kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini memberikan pencerahan bagi semua masyarakat Mappi serta terus hidup untuk saling menghasihi dan melayani sebagai saudara.

Pastor Bunay, Pr. Mengatakan, dirinya diundang Pemerintah Daeeah melalui PJ Bupati datang ke Mappi dengan tiga agenda kegiatan, mulai dari seminar rohani dengan tema “Hidup Adalah Kesempatan Untuk Saling Mengasihi Dan Melayani Sebagai Saudara”.

“Saya berharap semoga melalui seminar itu masyarakat yang hadir, umat yang hadir mendapat pencerahan mereka mengerti apa artinya hidup adalah kesempatan, bekerja untuk menghasilkan buah dalam suasana damai,” ungkapnya.

Sedangkan melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Pastor John berharap semoga umat, masyarakat di Kabupaten Mappi melihat bahwa kesempatan ini tidak boleh dimain-mainkan. Kesempatan ini untuk melakukan hal -hal yang baik buat sesama bahagia dan buat Tuhan itu tersenyum.

“Karena kita menemukan Tuhan itu dalam hidup yang bahagia dan damai, dimana kita berada dan harus memulainya dari keluarga. Dan dengan pencanangan salib saya yakin dan percaya tua-tua adat sudah berdoa hamba-hamba Tuhan sudah berdoa, semua jemaat sudah berdoa, maka genaplah Sabda Tuhan ketika kalian sepakat meminta, maka doa kalian akan dikabulkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, pencanangan salib itu sangat diyakini dan percaya, semua kutuk, semua hal yang menghambat sudah dikuburkan dan kebangkitan akan muncul. Orang-orang akan berfikir lebih cerdas untuk kemajuan dirinya, keluarganya dan bangsanya.

“Saya percaya Mappi pasti Bangkit, Mappi kamu tra kosong dan Tuhan Berkati,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama perwakilan tokoh adat dari suku Auyu, Dainatus Haibu mengatakan dengan kegiatan agama dari hari Jumat sampai hari Minggu ini, Mappi akan tetap damai dan tentram.

“Kita menginginkan supaya Mappi ini tetap aman damai dan tentram, bebas dari semua kejahatan yang biasa terjadi di Mappi. Jadi kedepan Mappi lebih baik lagi dari sekarang,” ujarnya.

Sementara itu biarawati, Suster Antoneta mengatakan kegiatan ini sangat luarbiasa.
Kegiatan rohani seperti ini akhir -akhir ini jarang dilakukan, namun dengan adanya kegiatan ini sungguh membuat masyarakat Mappi semua terus memperkuat imannya. Selain itu masyarakat semakin bersatu.

“Harapan saya kedepannya semoga dengan kegiatan kebangkitan rohani ini membuat kita semakin percaya akan kebaikan Tuhan dan selalu bersama.
Dan kedepannya diharapkan tidak ada lagi kelompok-kelompok antara kita didaerah ini, tidak ada permusuhan dan hal tidak diinginkan. Namun dengan damai dan sukacita yang kita terima saat ini menjadi kekuatan untuk kehidupan kita kedepannya,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Mappi AKBP Damianus Deddy Susanto, mengatakan kegiatan yang sudah dilaksanakan selama tiga hari ini sangat positif, dimana semua orang bisa melihat adanya kasih antara sesama dari awal kegiatan ini dilaksanakan hingga selesai.

“Harapan saya, dengan adanya doa pemulihan ini kita harus lebih saling mengasihi dan tidak ada lagi pertikaian yang dapat memisahkan kita. Kita disini memang berbeda-berbeda, baik suku agama, maupun ras dan adat istiadat berbeda, tetapi mari kita jadikan perbedaan itu sebagai persatuan didalam Tuhan kita Yesus Kristus dan juga menjaga keutuhan NKRI,” ucapnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Anya Fatma
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.