Pendemi Covid-19, PHRI Minta Pemkab Mimika Adil ke Semua Hotel

Ketua PHRI Mimika, Bram Raweyai. Foto: Saldi/SP
Ketua PHRI Mimika, Bram Raweyai. (Foto: Saldi/SP)

TIMIKA | Di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Mimika meminta Pemda berlaku adil dan lebih bijaksana, terutama berkaitan dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan pemerintahanm enggunakan fasilitas maupun sarana hotel.

“Kita hanya minta kalau Pemda ada kegiatan, bagi-bagi kepada hotel yang lain juga, jangan hanya fokus satu hotel. Ini supaya kita juga bisa hidup,” kata Ketua PHRI Kabupaten Mimika, Bram Raweyai, saat ditemui awak media di Jalan Cenderawasih Timika, Papua, Senin (22/6) malam.

Menurut Bram, selama masa pandemi covid-19 khususnya usaha perhotelan di Kabupaten Mimika, tidak dipungkiri mengalami dampak penurunan pemasukan yang sangat drastis bisa mencapai hingga 90 persen dibanding sebelum pendemi melanda.

Hal demikian, kata Bram, berdasarkan adanya pengaduan dari sejumlah hotel dan restoran kepada PHRI, dan bahkan telah melakukan rapat bersama terkait hal ini.

Namun, PHRI belum bisa berbuat banyak, hanya saja mengharapkan kebijaksanaan dari Pemkab untuk dapat melihat ini.

“Kita sudah rapat, tapi mau bikin bagaimana,” ujarnya.

Meski demikian, sebelumnya juga PHRI telah berupaya dengan cara menyurat ke Pemkab Mimika terkait dampak yang dialami, sehingga akhirnya Pemkab memberikan keringanan pajak pada usaha perhotelan maupun restoran hingga 50 persen untuk tiga bulan, sejak Maret hingga Juli nanti.

“Kalau sampai Juli tidak ada perubahan, pasti akan ada PHK. Karena kita juga tidak bisa minus terus. Prediksi paling tidak 50 persen (karyawan di PHK). Kalau memang sampai Juli lewat lagi, pasti tambah kurang, karena sekarang saja sudah minus,” katanya.

Reporter: Saldi
Editor: Misba

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar